Medan Perang Suriah yang Unik, Sarat Kepentingan -->
Cari Berita

Advertisement

Medan Perang Suriah yang Unik, Sarat Kepentingan

Tuesday, April 14, 2020

Suriah (sumber:www.pexels.com)

BIbisnis.com- Medan Perang Suriah yang Unik, Sarat Kepentingan. Tak dapat dipungkiri bahwa Suriah dapat bertahan sampai sejauh ini dari serangan oposisi dikarenakan adanya campur tangan Rusia. Berbagai peralatan perang dan tentara Rusia dikirim ke medan tempur sebagai wujud mempertahankan aliansi antara Rusia dan Suriah. 

Tanpa Rusia, Suriah merupakan negara yang sangat mudah dikalahkan bahkan oleh ISIS sekalipun. Kehadiran Rusia memberikan tenaga yang sangat luar biasa bagi kekuatan Suriah yang dipimpin oleh Asad.

Dalam hal ini tentu saja Rusia tidak mau kehilangan muka sebagai pesaing adikuasa, AS. Untuk itu Rusia dalam membentengi Suriah menggunakan berbagai peralatan perang yang sangat canggih dari mulai pertahana era Uni Soviet sampai pertahanan modern masa kini seperti rudal pertahanan S-400, pesawat tempur SU-35, bahkan pesawat tempur generasi kelima SU-57 ikut hadir di Suriah. Dengan peralatan yang super canggih tersebut menjadikan langit Suriah sebagai kawasan  yang paling berbahaya di dunia. Tak satu pun pesawat komersial yang mau melalui jalur langit Suriah.

Dengan adanya Rusia,  kini Suriah dapat berlega hati. Bagaimana tidak, peralatan yang super canggih tersebut terbukti dapat memukul mundur pasukan oposisi. Berbagai kawasan satu persatu yang awalnya dikuasi oposisi kini dikuasai oleh pasukan Asad.

Apakah hanya Rusia yang mendukung Suriah? Tentu saja tidak. Di sana juga hadir dukungan dari Iran dan Hizbullah yang sama-sama menganut syiah turut membantu pasukan Asad.

Arena perang di Suriah merupakan kawasan yang unik, karena menyangkut berbagai pihak. Misalnya oposisi Suriah didukung oleh Amerika dan Turki. Namun, tatkala Turki menyerang kelompok teroris Kurdi, justru Amerika yang menentang Turki. Bahkan, Kurdi bergabung dengan Suriah sama-sama memerangi Turki. Ini menandakan tidak ada teman yang sejati, atau tidak ada musuh abadi. Semua tergantung kepentingan masing-masing.

Hal ini terjadi pula saat Amerika tidak mau memberikan rudal pertahanan patriot kepada Turki sebagai hak anggota NATO, maka Turki beralih kepada Rusia dengan kesepatakan pembembelian paket Rudal pertahanan Rusia S-400. 

Pembelian paket senjata ini menjadikan Turki dan Rusia menjadi mesra. Sementara Amerika yang murka kepada Turki akhirnya membatalkan pesanan Turki 100 unit pesawat super canggih Amerika, F-35 yang merupakan pesawat tempur tercanggih milik Amerika.

Di sisi lain, ada juga pemeran lainnya yang juga meramaikan peperangan di Suriah, yakni intervensi Israel yang belakangan ini sering melakukan serangan kepada Suriah. Tindakan Israel tersebut berdasarkan kekhawatiran akan adanya penumpukkan senjata Iran dan Hizbullah. Gudang senjata Iran di Suriah pun beberapa kali dihancurkan Israel.

Namun serangan Israel ini memasuki awal tahun 2020 ini intensitasnya menurun. Hal ini dikarenakan Rusia memasok pasukan Suriah dengan rudal pertahanan S-300. Kehadiran rudal ini tentunya menjadikan Isrel sangat hati-hati. Isreal saat ini cenderung menggunakan rudal jelajah yang dibawa pesawatnya dari zona aman jangkauan S-300 untuk menghancurkan target Suriah. Alhasil salah satu keberhasilan Israel adalah ketika tanggal 20 Januari lalu, rudalnya mampu menghantam pertahanan pantsir milik Suriah. 

Perlu diketahui bahwa panstir adalah sistem rudal pertahanan udara jarak pendek Rusia yang memang dikhususkan untuk melindungi sistem pertahanan Rusia jarak jauh seperti S-300 dan S-400. Jika keberadaannya sebagai pelindung terakhir sistem pertahanan udara jarak jauh, tentunya kualitas system pertahanan udara pantsir sudah tidak diragukan lagi oleh Rusia. Namun faktanya, pantsir bisa dihancurkan oleh rudal Israel. Hal inilah yang sempat menjadi viral di berbagai media baik di dunia maupun media tanah air.

Saat ini baru saja terjadi gencatan senjata antara Turki dan Suriah. Dimana sebelumnya terjadi saling serang antara tantara Turki dan Suriah yang menyebabkan berjatuhan korban baik dari Suriah maunpun turki. Saling klaim pun terjadi. Tentara Suriah mengklain membunuh puluhan tantara Turki. Sementara itu Turki mengklaim dengan memposting beberapa keberhasilan drone-dronenya dalam dalam menghancurkan beberapa pesawat tempur, ratusan tank, dan bahkan mengahancurkan beberapa system persenjataan canggih milik Rusia seperti pantsir.