Jualan di Toko, Mobil, Online, mana yang paling menguntungkan?

Bibisnis.com -- Saat seseorang akan menentukan jalan hidupnya untuk berbisnis. Maka saat itu pula pikirannya selalu berputar menimbang ini dan itu.

Sesimpel apapun itu, jika adalam urusan bisnis maka ia akan menimbangkannya dengan seksama, tujuannya adalah agar sesuai dengan yang diinginkan, yaitu sukses atau untung. Ya kan?


Dalam praktiknya, saat berbisnis ada berbagai jenis jalan atau strategi yang dilakukan. Ada yang dimulai dari modal uang, cara jualan, lokasi, keterampilan, penjualan, link dan lain-lain.

Ada hal yang menarik, karena ini seringkali menjadi pilihan bagi mereka yang akan terjun dalam dunia bisnis, terutama dalam hal dagang. Yakni bagaimana menyajikan produk. Atau bagaimana ia akan memperkenalkan produknya kepada konsumen, seperti dalam judul artikel ini.

Apakah anda akan menjual produk di toko, di mobil keliling, atau dengan cara online. Dari ketiga cara itu, mana yang lebih baik?

Untuk mengetahuinya marilah kita bahas satu persatu untung dan ruginya dari ketiga cara di atas. 

Mana yang paling menguntungkan? jualan di toko, mobil keliling atau online?


1. Membuka Toko

Berjualan dengan membuka toko merupakan cara yang sudah dilakukan orang sejak zaman dahulu. Membuka toko/kedai yaitu cara menjual dengan jalan menjajakan produk dimana pembeli bisa melihat, memilih barang secara langsung. 

Keuntungannya adalah pembeli bisa mengetahui secara real kualitas produk, mengetahui posisi penjual karena sifatnya yang di suatu tempat sehingga saat produk tersebut dikenal oleh konsumen, biasanya penjual tidak perlu repot-repot lagi mencari pelanggan. Pelangganlah yang akan menghampiri pembeli.

Membuka toko sangat cocok diterapkan untuk daerah yang memiliki pola kegiatan masyarakat yang terpusat.

Adapun kelamahannya adalah produk hanya dikenal di satu daerah saja sehingga jangkauannya terbatas. Selain itu, biasanya juga penjual memerlukan ruang/ atau tempat yang strategis, seperti di pinggir jalan. 

2. Menggunakan Mobil Keliling

Saat ini, fenomena menjual barang menggunakan mobil (warung berjalan) semakin marak dilakukan terutama di daerah perkotaan.

Mobil keliling biasanya berupa mobil yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga bagian badan mobil mempunyai fungsi sebagai tempat jaja produk.

Mobil yang sering digunakan untuk bisnis biasanya modifikasi dari mobil boxes, pick up, truk, ataupun container.


Pelaku bisnis ini biasanya mereka dari kalangan anak muda yang kreatif. Dengan sentuhan seni, tak jarang kita melihat perubahan fungsi mobil yang awalnya berupa kendaraan, kini diubah menjadi tempat yang sangat nyaman seperti café, restoran, barbershop, dan lain-lain.

Kelebihan menggunakan mobil keliling adalah sifatnya yang mobile (berpindah tempat) menjadikan bisnis ini mempunyai jangkauan yang cukup luas. 

Pengusaha mobil keliling biasanya mereka membuat suatu perkumpulan dengan maksud untuk melakukan berbagai festival dari kota ke kota. Namun ada juga yang mandiri, dengan memangkal di pingkir jalan sercis seperti pedagang kaki lima.

Namun kelemahannya adalah terkadang mereka tidak mempunyai pelanggan setia, dikarenakan sifatnya yang mobile. Terkadang tempat yang biasa ia pangkal terpakai oleh pedagang yang lain.

3. Online

Seiring dengan perkembangan, penjual online di Indonesia menunjukkan perkembangan yang sangat pesat. Transaksi secara online sedikit demi sedikit mendapat kepercayaan masyarakat, sehingga kini pelaku transaksi online semakin ramai, meskipun tak seramai di luar negeri.

Sebagai mana sifatnya yang online, masyarakat yang memiliki modal yang kecil pun mereka bisa menjajakan produknya. Media social adalah lahan yang strategis bagi mereka untuk mempromosikan dagangannya. 

Penjualan online memang bisa menjangkau berbagai ruang dan waktu, apalagi jika sang penjual mempunyai tim internet marketer menjadikan penjualannya bisa melebihi berjualan secara offline dengan target pasar yang mendunia.

Namun sisi kelemahannya adalah penjual tidak bisa melihat barang yang mereka inginkan secara nyata, sehingga terkadang tidak sesuai yang diperkiraan si pembeli saat barang datang. 

Kelemahan lainnya juga adalah tidak semua orang bisa melakukannya, sebab penjual online adalah mereka yang setidaknya mempunyai pengetahuan terhadap internet. Walhasil sampai saat ini penjual secara online masih didominasi para kaum muda.

Lalau apa Kesimpulannya, mana cara penjualan yang terbaik?

Cara yang terbaik adalah dengan mengetahui situasi dan kondisi di lapangan, serta barang apa yang akan kita jajakan. 

Jika kita berada di posisi lingkungan yang terpusat atau belum mengenal teknologi, maka saran yang terbaik adalah dengan membuka toko. Produk yang memiliki bobot yang sangat berat juga menjadi alasan orang untuk membuka toko. 

Jika kondisi yang dihadapi adalah masyarakat yang lebih tersebar atau kita kita membidik konsumen dari beberapa kota yang masih berdekatan, maka pergunakan cara berjualan dengan menggunakan mobil keliling. 

Salah satu ciri yang menjadi unggulan dari cara menggunakan mobil keliling adalah adanya interaksi dengan konsumen seperti penggunaan jasa, misalnya barber shop, suasana café, makan dengan suasana keliling dan sebagainya, yang tidak mungkin bisa dilakukan dengan cara online.

Namun jika kita ingin menjangkau masyarakat yang sangat luas, maka pergunakan cara online. Ingat, akan lebih efisien jika produk yang dijual merupakan bahan yang ringan dan tidak cair. Hal ini dikarena selain akan menghadapi konsumen, juga akan melibatkan jasa kurir.

Itulah sobat, sekilas hal yang perlu kita perhatikan saat kita akan memperkenalkan produk kita kepada konsumen. Bagaimanapun moto “pemebeli adalah raja” selalu menjadi patokan yang akhirnya melahirkan pola penjualan. 

Intinya, semua metode di atas berupaya bagaimana caranya agar pembeli terlayani dengan baik. Dan tentu saja bagaimana produk kita disukai oleh konsumen yang akhirnya mengantarkan kita menjadi seorang pengusaha yang sukses.








No comments:

Post a Comment