Tips Berjualan Buku Bekas agar Cepat Laku dan Menguntungkan


Tips Berjualan Buku Bekas agar Cepat Laku dan Menguntungkan -- Salah satu dari sekian banyak bisnis yang ada, bisnis buku bekas termasuk salah satu usaha yang banyak digemari. Buku bekas menjadi alternative bagi para pecinta buku untuk mengatasi harga buku mahal yang dijual di toko-toko buku modern.

Perbedaan dengan jenis bisnis yang lainnya, adalah bisnis buku termasuk salah satu bisnis yang tidak ada kadaluarsanya. Bisnis buku merupakan bisnis pengetahuan yang bersifat abstrak, sehingga nilai dari sebuah buku tidak bisa ditentukan dari barang baru dan bekas-nya. 

Ada kalanya sebuah buku bekas lebih mahal dari buku-buku yang baru dicetak. Untuk itu, para pecinta buku yang tahu akan seluk-beluk buku menganggap, bisnis buku bekas merupakan salah satu bisnis yang cukup menjanjikan.

Bagi yang ingin bergelut dalam bisnis buku bekas, ini adalah tips yang bisa dijadikan bahan pertimbangan, agar bisnis penjualan buku bekas anda cepat laku dan mendatangkan keuntungan.

1. Ketahui jenis Buku 


Telah disebutkan di atas bahwa sebenarnya nilai buku tidak bisa diukur dari kata “baru Cetak”. Oleh karenanya tugas dari calon pebisnis buku bekas adalah mengetahui beberapa judul buku atau buku kunci yang sering dijadikan rujukan, dengan kata lain buku yang selalu dicari oleh pecinta buku.
Untuk mengetahui hal tersebut, ada baiknya pertimbangkan hal berikut.

a. Ikuti perkembangan fase pendidikan


Fase pendidikan yakni sekolah dasar, sekolah tingkat pertama, sekolah tingkat atas, dan perguruan tinggi.

Dari segmentasi fase pendidikan itu, ketahuilah buku-buku apa sajakah yang sering dibutuhkan dan paling banyak dicari. Misalnya anak PAUD, SD kelas 6, SMP kelas 3, dan SMA kelas 3, biasanya buku yang paling mereka cari yaitu buku soal UN, buku Rangkuman Materi, dan lain-lain. Untuk buku PAUD, materi yang banyak dicari adalah buku bergambar atau cerita-cerita bergambar.

Sementara itu, untuk mengetahui buku mana yang sering digemari oleh mahasiswa sebaiknya kita sering mengobrol dengan para mahasiswa setiap jurusan, sebab setiap jurusan biasanya terdapat buku panduan yang selalu dijadikan rujukan dari tahun ke tahun.

Jika kita bisa mengatahui kunci-kunci buku yang dibutuhkan oleh pelajar dan mahasiswa tersebut di atas. Bisa jadi, kita telah “menggenggam” seperempat kesuksesan dalam bisnis buku bekas ini.

b. Ikuti perkembangan Hobi dan trend musim buku untuk buku umum


Buku novel dan sejenisnya merupakan salah satu buku umum yang sering menjadi trend tersendiri di masyarakat. Fenomena tersebut akan semakin dahsyat manakala sebuah buku diadaptasi ke dalam sebuah film. Kondisi itu harus dijadikan acuan bagi pebisnis buku bekas untuk selalu mencari barang-barang tersebut.


2. Temukan Penerbit


Penerbit merupakan produsen dari sebuah buku yang beredar di pasaran. Bagi pebisnis buku bekas menjalin hubungan bisnis dengan para penerbit besar merupakan hal yang wajib untuk dilakukan. Sebab dari penerbitlah kita bisa mendapatkan barang-barang yang kita inginkan.

Perlu diketahui bahwa harga buku dari penerbit biasanya jauh lebih murah, bisa sampai 50% dari harga yang dipasang di toko buku. Apalagi buku yang akan dicuci gudang, biasanya penerbit melelangnya seharga biaya produksi, yang terpenting bagi mereka buku habis di gudang, dan dananya bisa digunakan untuk mencetak buku yang lainnya.

Buku yang sudah dilelang bisanya buku yang sudah agak lama, atau kurang laku penjualannya. Namun anda jangan berprasangka bahwa buku yang tidak laku oleh penerbit dikatakan sebagai buku yang “kualitas rendah”.  Ingat, bahwa kualitas buku tidak bisa dilihat dari stempel “kurang laku”. Sebab bisa saja buku tersebut tidak laku akibat sesuatu hal seperti  marketingnya kurang cakap, akibat waktu penerbitan yang telat (buku UN) dan sebagainya.

3. Recovery Buku


Buku yang telah disimpan di gudang atau hasil dari return biasanya kondisinya tak semulus buku yang baru dibuat. Selalu ada cacat baik dari segi bungkus, segel, ataupun penjilidan.
Maka tugas dari penjual buku bekas adalah melakukan recovery  dengan cara berikut.

a. Diusahakan harus bisa melakukan teknik penjilidan.

Hal ini bertujuan untuk memperbaiki buku yang cacat sedikit akibat terhimpit, terlempar, atau sesuatu hal yang menyebabkan ada lembaran buku yang cacat seperti sampul yang lepas. 

b. Diusahakan bisa melakukan penyegelan buku dengan plastic shrink 


Kertas segel dari sebuah buku kadangkala kita temukan yang sudah kusam, sobek, ataupun sudah kotor oleh kotoran dan debu. Tugas anda adalah memperbaiki segel plastic tersebut dengan yang baru.
Catatan: jangan sekali-kali melakukan duplikasi atau memperbanyak buku, sebab hal tersebut bertentangan dengan hukum dan bisa menjadi perkara, denda nya sangat besar, sekitar 1 milyar rupiah.

4. Diskon atau Harga Murah


Selain harga yang lebih murah dari harga di toko buku, penjual buku bekas juga harus bisa melakukan teknik diskon. 

Lho kan sudah murah kok dipotong lagi? Ingat, bahwa harga dari penerbit yang melelang buku marginnya sangat besar. Sebaiknya kita jangan pelit untuk membuat diskon. Sebab toh masih ada margin yang kita dapat. Lagipula sebagaimana strategi dari pembuatan diskon, bahwa diskon tidak mungkin dilakukan sepanjang masa, diskon hanya berlalu untuk saat tertentu (incidental). Misalnya menjelang hari raya, akhir tahun, dan sebagainya.

Yang harus kita ingat bahwa efek dari diskon biasanya akan sangat terasa, karena akan membuat konsumen berduyun-duyun menghampiri tempat usaha anda.

5. Jalin komunikasi dengan Komunitas


Selain menjual secara regular, hal yang harus dilakukan adalah upaya “jemput bola”, yaitu dengan menjalin komunikasi atau kedekatan dengan komunitas-komunitas tertentu seperti dengan komunitas, pecinta buku, ukm sekolah dan mahasiswa, jurusan di perguruan tinggi dan sebagainya.

Tujuannya adalah selain akan mengetahui sejauh mana minat dan buku kuncian. Kita juga bisa memasarkan produk langsung dalam partai besar. 

Selain itu, hal yang paling penting adalah mencari tokoh kunci seperti ketua jurusan, dosen, guru, ketua angkatan, ketua ukm dan lain-lain. Mereka biasanya adalah orang-orang yang punya masa dan bisa merekomendasikan untuk membeli ke toko buku anda kepada murid, anak didik, atau juniornya. 

6. Member Cart


Jika kita bisa berhubungan dengan tokoh-tokoh seperti di poin 5 di atas, jangan lupa untuk membagikan member cart, terutama menjelang tahun ajaran baru. 

Bujuk agar orang-orang tersebut bisa merekomendasikan dengan membagikan member cart tersebut. Tentunya anda harus memberikan diskon kepada tokoh tersebut. Perhitungannya misalnya, untuk setiap siswa atau mahasiswa baru yang membeli di toko anda akan mendapatkan potongan harga sebanyak 10 persen, maka anda bisa memberi upah kepada tokoh tersebut dengan memberika diskon juga, misalnya 10 persen juga. Sehingga secara keseluruhan anda akan mengeluarkan potongan sebanyak 20 persen.

Bagi pedagang, potongan harga tersebut merupakan batas yang wajar kan? Apalagi jika dilihat dari prospek keuntungan yang akan kita dapatkan. Jauh lebih menggiurkan.

7. Bedah Buku 


Jika kita mempunyai tempat yang agak strategis, atau mempunyai lahan lebih. Maka gunakankah sebagai tempat untuk bedah buku. Dengan adanya acara tersebut, imbasnya adalah toko kita menjadi banyak pengunjungnya. 

Itulah Tip Berjualan Buku Bekas agar Cepat Laku dan Menguntungkan, semoga menjadi inspirasi bisnis anda. Selamat berkarya dan tetap semangat untuk selalu berusaha dan mengupgrade sumberdaya agar menjadi manusia yang kreatif yang bisa beradaptasi di tengah persaingan bisnis yang semakin menggila ini. 

Jika ada hal yang dirasa kurang faham, anda bisa menanyakannya melalui kolom komentar.

No comments:

Post a Comment