Hati-hati Lewat Jalan Pagarsih Bandung

Hati-hati Lewat Jalan Pagarsih, Bandung-- Ini merupakan pengalaman saya saat pergi ke daerah Pagarsih, Bandung. Sebagaimana kita ketahui daerah tersebut merupakan pusat percetakan terbesar di daerah Bandung. Saat itu saya bermaksud untuk makloon cetakan kepada salah satu cetakan langganan saya. Rencana untuk mencetak buku kwitansi orderan seseorang.

Namun inti dari cerita ini adalah bukan soal cetakan yang selalu berjibun di daerah sana, tetapi ada suatu kejadian yang menurut orang sana adalah hal biasa. Sementara bagi saya sangat luar biasa, karena belum pernah terlibat langsung.

Siang itu tampak cerah. Seperti biasa saya dan instri saya, selalu menunjungi sebuah ruko pembuatan jasa CTP (convert to Plate) yaitu suatu proses jasa pembuatan sebuah plat untuk master cetakan. Karena lama menunggu antrian, sementara saya ada kebutuhan dengan tukang sablon di toko sebrang jalan. Akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke tempat sablon. Sementara istri saya menunggu pembuatan plat cetakan.

Singkat cerita pergilah saya ke tempat sablon tersebut, ya kira-kira 30 menitan. Urusan dengan tukang sablon selesai, saya pun bersiap untuk pergi kembali menghampiri istri saya. Namun apa yang terjadi, dalam kurun waktu beberapa menit saja, tiba-tiba datang banjir bandang yang mengisi sepanjang jalan pagarsih.

Saya pun tak bisa menyebrang jalan, padahal kalau jalan kaki hanya membutuhkan waktu beberapa penit saja. Namun karena arus banjir sangat besar saya dan orang-orang yang saat itu kebetulan ada berdekatan hanya bisa melihat aliran derasnya air di atas ruko yang agak tinggi.

Sementara beberapa meter dari saya tempat berdiri, air keluar dari bawah saluran air dengan begitu derasnya, bahkan ada beberapa mobil yang terlihat terbawa arus. Beberapa roda pedagang kaki lima juga tampak tergusur arus air. Untungnya sang pedagang berhasil menyelamatkan diri. Sementara itu beberapa kendaraan yang nekat ingin menerobos, langsung saja mogok dan diselamatkan warga lainnya.

Sementara itu, di seberang jalan istri saya pun tampak panic, ia dan  orang-orang sekitarnya pun sama-sama menyelamatkan diri dengan menaiki level ruko yang agak tinggi. Jadi persisnya saya dan istri saya bisa saling lihat, hanya dipisahkan oleh aliran alir bah di jalan raya.

Kejadian ini menurutku sangat aneh, padahal beberapa menit yang lalu cuaca cerah dan memang saat itu tidak hujan sama sekali. Namun menurut beberapa pedagang yang asli orang Pagarsih mengatakan bahwa kejadian tersebut merupakan hal yang biasa. Air bah yang datang sebetulnya merupakan kiriman dari daerah lain, mungkin daerah lembang atau daerah bagian utara lainnya.

Maka saat terlihat air bah datang, beberapa pedagang atau pemilik ruko sudah mempersiapkan papan penghalang agar aliran air tidak bisa masuk ke tempat usahanya.

Saya hanya bisa tertegun, betapa bahayanya situasi seperti ini. Jika keadaan seperti ini terus berlangsung tanpa ada solusi, bisa saja suatu waktu menimbulkan musibah yang mengacam jiwa ataupun benda.


Setelah menunggu hampir satu jam lambat laun aliran air mulai mengecil, dan secara perlahan saya pun bisa menyebrang jalan tersebut dan menghampiri istri saya.

Semoga kejadian banjir bah di pagarsih tidak terulang lagi, dan mungkin kepada aparat terkait bisa menjadi perhatian, bahwa daerah tersebut selayaknya untuk diperhatikan agar lebih kondusif. Sebab daerah tersebut merupakan pusat bisnis percetakan terbesar di Bandung yang selalu ramai dikunjungi. Jika daerah tersebut kondusif, saya yakin tidak akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

No comments:

Post a Comment