Teknis Berbisnis Air Bersih: Panduan Lengkap

Teknis Berbisnis Air Bersih

Tag: Cara berbisnis air bersihBisnis air bersih, Sumber air bersih, Pengolahan, Pengelolaan, Syarat air bersih/ Standar, Manfaat Air Bersih

BIbisnis.com Cara Teknis Berbisnis Air Bersih: Panduan Lengkap-- Saat ini muncul fenomena di masyarakat tentang maraknya bisnis air, terutama berbisnis air bersih. Aneh memang, di negara kita yang memiliki iklim tropis dimana curah hujan cukup tinggi dan tempat tumbuhnya berbagai tumbuhan, tetapi malah berbisnis air bersih. Tapi kenyataannya, lahan bisnis ini dari hari ke hari makin menunjukkan prospek yang sangat cerah. Dahulu, perusahaan yang menjual air minum gallon misalnya keberadaanya “disepelekan” oleh masyarakat, tetapi saat ini pionir perusahaan air minum gallon tersebut ternyata membuktikan kekuatannya dengan meraup untung milyaran rupiah hanya dari berjualan air bersih, mengapa? Karena memang air bersih dari hari ke hari semakin dibutuhkan oleh masyarakat.

Mengapa  demikian? Jawabannya tentu semua orang paham, ya karena air bersih dari hari ke hari sangat sulit didapat, akibat banyaknya pencemaran. Sumber-sumber air bersih semakin hari semakin berkurang. Dahulu kebutuhan manusia akan air, jelas tidak menjadi permasalahan. Kita bisa menggunakan mata air, sungai, danau, air hujan, dan semua sumber air untuk digunakan baik untuk dikonsumsi ataupun  untuk keperluan lainnya. Tetapi saat ini, lihatlah kenyataan hampir semua tempat tidak hanya di perkotaan, di daerah pun air bersih sangat sulit untuk didapat. Air cenderung berubah warna, bau, dan tidak layak untuk digunakan. 

Fenomena ini tentunya menjadi peluang bagi kita untuk mendulang untung dengan berbisnis air bersih. Jika anda tertarik untuk melakukan usaha ini, maka simaklah artikel Cara Berbisnis Air Bersih ini dengan seksama, mudah-mudahan dengan langkah-langkah berikut anda menjadi usahawan yang sukses.

Kenali Standar Air Bersih 

Langkah pertama dalam berbisnis air bersih adalah dengan mengenali standar air bersih. Mengapa? Karena air bersih yang benar-benar bersih tidak bisa kita dapatkan dengan hanya menggunakan kasat mata. Air yang ada di sungai yang bersih belum tentu layak untuk dikonsumsi. Air yang kita dapatkan dari sumur bor juga belum tentu dapat kita konsumsi. Ingat untuk keperluan bisnis, kualitas produk benar-benar harus menjadi perhatian utama, apalagi produk yang kita jual adalah produk air yang notabene menyangkut hajat hidup orang, jadi air yang bersih tentu mempunyai standar tersendiri.

Lalu apakah air yang bersih itu? Apakah air bersih itu yang bening? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka kita haruslah melakukan berbagai penelitian dengan alat penelitan agar semua hal yang menyangkut kandungan air tersebut dapat kita ketahui. Namun begitu beberapa sumber menyebutkan bahwa air bersih seperti menurut permenkes tahun 1990 adalah air yang memiliki kualitas, bisa digunakan untuk kebutuhan sehari-hari dan bisa dikonsumsi jika telah dimasak. Sedangkan menurut EG Wigner air bersih adalah air yang sehat, tidak merugikan tubuh secara kesehatan, dan air tersebut tidak tercemar oleh zat-zat yang bisa membahayakan kesehatan.

Dari pernyataan tersebut tentunya kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk memastikan air yang bersih atau air yang sehat perlu dilakukan penelitian yang mengacu pada standar kesehatan yang ada seperti yang dikeluarkan oleh Permenkes, Depkes, ataupun WHO. Jika kualitas air yang kita produksi lolos uji atau mengacu pada standar kualitas yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut, maka air tersebut dapat dinyatakaan aman dan bersih.


Standar Air bersih Menurut Permenkes

Permenkes berdasarkan surat keputusan no 416 telah mengeluarkan aturan tentang standar air bersih. Standar ini harus benar-benar diperhatikan agar menjadi rujukan untuk pelaku bisnis ataupun konsumen air yang akan digunakan oleh masyarakat itu sendiri kita bisa melihatnya di depkes.go.id.

Standar Air bersih Menurut WHO

Selain standar yang dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia World Health Organisation (WHO) pun mengeluarkan kebijakan untuk standar air bersih yang layak untuk digunakan oleh manusia. WHO menitik beratkan pada aspek-aspek berikut.
1. Standar berdasarkan Fisik (kekeruhan, bau, rasa, warna, temperature)
2. Persyaratan kualitas secara kimia 
3. Persayaratan secara biologi (Bakteri, dan)
Kesemuanya itu haruslah menunjukkan nilai yang normal.


Temukan Sumber Air Bersih

Dengan mengetahui standar air bersih, maka tugas yang harus kita lakukan adalah mencari sumber air bersih yang sesuai dengan standar yang ditentukan di atas. Sumber air di daerah kita memang banyak sekali seperti, sungai, danau, sumur, ataupun air hujan. Tetapi untuk mendapatkan air yang benar-benar belum tercemar tentu tidaklah mudah. Dari sekian sumber air yang ada, ada baiknya kita mencari sumber dair dari mata air yang tentunya masih jauh dari lingkungan masyarakat, pilihannya adalah mata air pegunungan. 

Mata air pegunungan merupakan sumber mata air bersih sebab di pegunungan proses alam masih berlangsung dimana air yang dikeluarkan oleh hujan diserap oleh tumbuhan tanpa adanya campuran zat kimia yang berbahaya bagi tubuh. Mencari sumber mata air pegunungan tentu tidak bisa sembarangan pula, mengingat tidak semua pegunungan merupakan sumber mata air yang baik. Pegunungan yang kadar kapurnya tinggi tentu tidak cocok untuk dijadikan sumber mata air.

Carilah pegunungan yang mempunyai cadangan mata air yang bersih dan melimpah. Sebab, berbisnis air bersih tentu bukan hanya sekali tetapi akan terus menerus. Untuk itu, sebagai konvensai kita harus tetap menjaga kelestarian alam dengan menanam pohon di sekitar area sumber mata air. 

Kendala, tidak dapat dipungkiri bahwa mendapatkan air bersih dari sumber mata air pegunungan memang memiliki kendala yang cukup serius terutama masalah akses dan pengangkutan yang tentunya tidak sedikit. Untuk masalah akses tentu permasalahannya sangat bervariasi dilapangan antara satu daerah dengan daerha lainnya, bisa diakibatkan dengan medan yang sulit ataupun berhadapan dengan masyarakat perkampungan.

Akses medan yang sulit tentunya sangat berpengaruh pada biaya produksi, karena diharuskan untuk membuat akses apabila benar-benar tidak bisa masuk ke tempat sumber mata air. Caranya yaitu dengan membuat akses, seperti membuat pembebasan lahan untuk membuat jalan yang layak untuk kendaraan angkut air. Selain itu, iring-iringan mobil pengangkut air tentu akan mendapat tantangan apabila melewati perkampungan. Ada dua solusi untuk mengatasi hal tersebut yakni dengan member konvensasi kepada masyarakat berupa penjaminan akses jalan yang baik dengan pemeliharaan dari perusahaan, atau dengan membuat akses tersendiri dari pegunungan yang langsung menuju jalan utama yang tidak melewati perkampungan.

Itu semua tentunya akan memakan biaya yang tidak sedikit. Maka alternative yang lain jika kita kekurangan air adalah dengan mencari sumber mata air bawah tanah yang benar-benar masih berkualitas dengan melakukan pengeboran artesis. Tetapi ini juga harus jauh dari lingkungan masyarakat, karena akibat dari pengeboran tersebut dapat menyebabkan kekeringan di wilayah sekitar. Namun dengan pengeboran, setidaknya kita tidak akan berhadapan dengan medan yang sulit, biaya angkut yang mahal, serta berhadapan dengan masyarakat head to head.

Jika kita telah mendapatkan sumber air yang sekiranya pantas untuk dijadikan sebagai bahan produk. Selanjutnya adalah segera memeriksa isi kandungan air tersebut. Dari semua standar yang telah diejaskan diatas layaknya kita perhatikan dengan baik agar hasilnya benar-benar sesuai dengan pemeriksaan secara riil tanpa adanya penambahan atau manipulasi. Jika kita kurang yakin, maka bawalah sampel air yang telah kita dapatkan untuk pemeriksaan di laboratorium penelitian air. 

Pengolahan Air Limbah Menjadi Bersih

Selain dengan cara mencari mata air yang bersih, untuk mendapatkan air juga bisa dilakukan dengan cara pengolahan dari air yang telah terkena limbah atau air kotor. Pengelolaan air biasanya dilakukan sebab sumber air bersih sangat sulit untuk diakses, maka tak ada cara lain selain dengan mengolah air yang ada (kotor) untuk diubah menjadi air yang layak untuk digunakan. Berikut merupakan upaya yang bisa dilakukan untuk melakukan pengolahan air limbah.

1. Membuat Lokasi Penambungan air limbah yang dikenal dengan nama Intake

Langkah pengolahan yang pertama yaitu air limbah yang ada di sungai biasanya dialirkan untuk di tampung di sebuah tempat khusus penampungan pertama (intake). Tempat ini berguna untuk penyaringan secara garis besar (yang terlihat secara kasar mata), artinya setiap kotoran atau limbah yang berukuran besar seperti kayu, gabus, daun dan rumput, plastik dan lain-lain  diambil, sehingga yang tersisa hanya cairan kotor yang terlarut dalam air saja.

2. Ruang praendap

Limbah air dari bangunan intake selanjutnya dialirkan ke ruang praendap. Hampir sama dengan intake, ruangan ini pun berguna untuk mengendapkan secara kasar (garis besar) kotoran yang terlarut dalam air. Kotoran yang memiliki masa tinggi di ruangan ini akan mengendap, sehingga yang tersisa adalah limbah yang sifatnya menyatu dengan zat cari itu sendiri.

3. Pengolahan inti (treatment)

Limbah air yang telah memasuki ruang praendap selanjutnya memasuki tempat pengolahan inti. Tempat ini disebut pengolahan utama karena di tempat inilah air dan limbahnya dipisahkan secara selektif dengan cara berikut ini.

a. Koagulasi
Air limbah menjadi coklat atau warna tertentu, umumnya dikarenakan banyaknya partikel koloid yang terkandung di dalam air. Partikel-partikel tersebut tentunya harus dipisahkan dengan cara kimiawi. Hal inilah yang disebut dengan langkah koagulasi. Pada proses ini dilakukan pengadukan cepat yang tujuannya untuk lebih mempercepat pemisahan.

b. Flokuasi
Setelah partikel tersebut terpisah dari air maka dilakukan flokuasi pembentukan partikel koloid agar lebih besar ukurannya. Berbeda dengan koagulasi, pada proses ini justru dilakukan pengadukan secara lambat dengan aliran air yang relative tenang, untuk mempercepat terbentunya flok besar biasanya ditambah dengan zat kimiawi.

c. Sedimentasi
Sebagaina namanya proses selanjutnya adalah melakukan pengendapan atau sedimentasi. Flok-flok besar yang memiliki masa jenis lebih besar dari air akan mengendap membentuk lumpur.

d. Filtrasi
Pada tahap (setelah terjadi pemisahan koloid) maka selanjutnya yaitu melakukan penyaringan/filtrasi dengan cara air tersebut dialirkan kepada ruangan yang telah diberi pasir dan kerikil silica. Memasuki tahap ini biasanya air akan terlihat bersih namun bukan berarti terbebas dari kuman.

e. Desinfeksi
Air yang sudah terlihat bersih tetap harus dilakukan penyeterilan dari bakteri dan kuman, biasanya zat berbahaya kemungkinan ikut dari air tersebut ataupun dari pipa-pipa aliran. Maka untuk lebih dilakukan desinfeksi dengan cara penambahan zat kimia, penembakan ozon, mengugunakan UV dan lain-lain.

f. Penyimpanan Air Bersih atau Reservoir
Air yang telah dinyatakan bersih tentunya harus dikelola dengan baik agar tidak kembali tercemar dengan tindakan reservoir penyimpanan di tempat steril dengan lokasi di ketinggian tertentu untuk memudahkan pengaliran ke tempat yang diinginkan. 


Jika Perlu, Pertimbangkan Alternatif Pengolahan Air

Menyambung dari bagian sumber mata air bersih, saat ini dengan perkembangan teknologi muncul berbagai usaha dalam bentuk pengolahan air. Tentunya ini mengingat banyaknya limbah air yang mau-tidak mau harus bisa diperbaharui hingga kembali bisa berstandar air bersih. Alternatif pengolahan air memang memerlukan dana yang cukup besar sebagai upaya untuk mendatangkan alat-alat daur ulang yang sangat mahal. Namun Alat alternative tersebut sebetulnya merupakan sebuah investasi yang diharapkan kedepannya dapat tertutupi dari margin penjualan air bersih. Namun apalah artinya sebuah mesin jika tidak didukung oleh tenaga ahli yang professional, untuk itu seleksi karyawanpun harus benar-benar diperhitungkan. Hanya ahli dibidangnya yang telah berpengalamanlah yang layak untuk diperhitunkan untuk menjadi tenaga sumberdaya manusia yang profesional.

Air Laut dengan Teknologi Penyulingan

Air laut memiliki kadar garam yang sangat tinggi sehingga tidak bisa dimanfaatkan untuk konsumsi, namun air ini bisa olah menjadi air tawar dengan kadar garam yang seimbang dengan teknologi Penyulingan. Penyulingan secara sederhana yaitu dengan memanaskan air sehingga terjadi pemisahan antara garam dengan air. Air akan menguap, dan ditampung dengan menjadi air yang tawar. Sementara itu garam yang tidak ikut menguap akan tetap ditempat.

Penyulingan sekilas memang tampak sederhana, namun apabila dalam jumlah besar tentu dana dan alat pun memerlukan teknologi modern. Negara yang telah menerapkan teknologi penyulingan air sebagai untuk keperluan konsumsi secara masal misalnya Saudi Arabia. Umumnya daerah yang berdekatan dengan laut atau pantai seperti Jedah, Jizan, Yanbu, Jubail dan beberapa daerah lainnya. Keuntungan lain dari teknologi penyulingan adalah menjadi produsen garam. Ampas penyulingan yang berupa garam tentunya sangat saying jika dibiarkan begitu saja, namun semua itu tentunya harus dengan menggunakan teknologi modern supaya hasilnya menjadi memang aman dikonsumsi.  


Klasifikasi Produk Air Bersih

1. Air Minum

Aktivitas minum merupakan kebutuhan manusia sebagai upaya untuk menyeimbangkan ion tubuhnya sehingga tubuh menjadi sehat dan fit. Kebutuhan air minum manusia, hampir dipastikan setiap hari, sebab dalam beberapa hari manusia tidak minum, maka orang tersebut dipastikan akan menjadi tidak sehat atau meninggal. Dengan demikian, fungsi air untuk minum merupakan kebutuhan yang mendesak. Namun tentunya air yang diperlukan adalah air yang benar-benar bersih sesuai dengan standar kesehatan. Untuk itu, kebutuhan Air minum (konsumsi), air yang digunakan untuk berbisnis pun haruslah merupakan kualitas utama. Segala sesuatunya harus diperhatikan dengan seksama seperti kandungan didalam air, pengemasan, dan penyimpanan harus diperlakukan dengan sedemikian rupa supaya kesehatan kadar air tetap terjaga.

2. Air Bersih Rumah Tangga

Air bersih selain untuk keperluan konsumsi, juga untuk keperluan rumah tangga, seperti mencuci, mandi, dan sebagainya. Memang air untuk keperluan rumah tangga tidaklah harus seketat kualitas air untuk konsumsi. Namun cirri-ciri fisik dari air tersebut haruslah tetap diperhatikan seperti jernih, tidak bau, dan tidak mengandung zat yang berbahaya. 

Pengemasan, Pemasaran dan Branding


Terakhir, Umumnya penjualan air bersih dilakukan dengan menggunakan kemasan. Beberapa kemasana air minum yang saat ini sering digunakan misalnya ukuran gallon, kemasan botol, kemasan CUP dan penggunaan jerigen. Namun ada juga yang menggunakan tanki, misalnya untuk penggunaan air dalam skala produksi atau perumahan.

Air bersih baik, khusus air minum dijual biasanya secara retail ataupun grosir, melalui mekanisme distribusi yang dimulai dari distributor kemudian dilanjutkan kepada agen-agen, dan terakhir kepada warung dan toko-toko untuk sampai kepada konsumen. Selain itu ada juga pemesanan dalam jumlah besar seperti yang dilakukan oleh instansi terentu atau perusahaan tertentu guna mencukupi kebutuhan karyawannya. 

Selama proses pemasaran, biasanya berbarengan dengan branding. Semakin kuat branding semakin menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap produk kita. Branding biasanya dilakukan dengan media iklan baik media masa, elektronik ataupun media lainnya seperti spanduk, megatron, baligho ataupun melalui event sebagai sponsor utama.



No comments:

Post a Comment