Susah Naik Jabatan? Ini Dia Penyebabnya

penyebab susah naik jabatan
Ilustrasi: Susahnya Naik jabatan

Susah Naik Jabatan? Ini Dia Penyebabnya--  Impian dari seorang yang berkarir di sebuah perusahaan tentunya adalah menempati posisi tertentu atau memiliki jabatan. Sebab selain akan mendapatka gaji yang lebih tinggi juga mendapatkan kekuasaan dan berbagai fasilitas. Karena itulah banyak kita jumpai di beberapa perusahaan besar antar karyawan berlomba-lomba membuat terobosan dengan harapan untuk dinaikkan pangkat oleh atasannya. Bahkan persaingan tersebut tak jarang mengarah pada persaingan yang tidak sehat dengan cara sikut menyikut.

Perusahaan yang baik biasanya selalu membuat karyawan dalam kondisi yang kondusif dimana hanya orang-orang yang benar-benar berprestasilah yang akan diangkat untuk menduduki jabatan yang strategis. Namun banyak pula yang merasa bahwa dirinya layak untuk mendapatkan kenaikan jabatan, tetapi kenyataannya orang lain yang dipromosikan. 

Perusahaan yang baik tak serta merta menaikkan jabatan sesorang jika tidak atas suatu musyawarah yang benar-benar diperhitungkan. Sebab, pemilik perusahaan tentunya tak ingin perusahaannya hancur hanya karena orang-orang kepercayaannya tidak memiliki prestasi yang mumpuni. 

Nah jika anda sebagai karyawan merasa sulit untuk naik pangkat alangkah baiknya berinstospeksi diri jangan-jangan ada yang salah dengan dirinya. Berikut hal yang menyebabkan seorang karyawan tidak mendapat kepercayaan naik jabatan di sebuah perusahaan.

1. Tidak Mau Upgrade Sumber Daya

Perusahaan tentu akan sangat senang jika memiliki karyawan yang memiliki kemampuan untuk upgrade pengetahuan. Pengetahuan yang terus diupgrade akan berdampak pada kemajuan perusahaan yakni bisa bersaing dengan perusahaan lain yang sejenis. Untuk itu, karyawan yang memiliki wawasan yang sesuai dengan perkembangan jaman akan dilirik oleh pemilik perusahaan untuk mengemban tugas dengan menempati jabatan tersebut.

Maka seorang karyawan, tidak hanya menguasai bidang yang ia kerjakan. Tetapi nilai plus dari karyawan harus benar-benar diperlihatkan. Untuk mendapatkan nilai tersebut, ada banyak hal yang bisa kita kerjakan seperti melanjutkan sekolah, mengambil pelatihan, kursus keterampilan lainnya. Yang intinya adalah untuk menajuan perusahaan. Jika anda bisa meyakinkan perusahaan dengan ide, konsep, dan tangan anda menuju perusahaan yang maju, maka si bos akan menggandeng tangan anda sebagai isyarat ingin menjunjung martabat anda untuk menduduki jabatan yang ia sediakan.

2. Malu Mengeluarkan Ide

Banyak karyawan yang sebenarnya mempunyai kemampuan dan konsep yang bagus dibandingkan dengan atasannya, namun terkadang mereka merasa minder untuk mengeluarkan pendapat tersebut. Maka itulah poin yang menyebabkan anda susah untuk naik jabatan. Bagaimana mungkin orang tahu bahwa anda adalah mutiara perusahaan, jika anda tidak memberikan yang terbaik untuk perusahaan? Bagaimana perusahaan akan memberikan jabatan yang berbaik bagi anda, jika ide saja hanya digenggang seorang diri. Apalah gunanya ide jika tidak dikeluarkan dan tidak dilaksanakan. 

Maka saat anda dipinta untuk mengeluarkan ide untuk kemajuan perusahaan dalam rapat umum, saatnya anda tampil dengan ide-ide briliannya. Keluarkanlah pendapat dengan logis dan realistis, agar pendapat anda mendapat perhatian dari atasan anda. Janganlah mengeluarkan pendapat yang tidak masuk akal, terlalu muluk, dan tidak sesuai kondisi. Misalnya saat perusahaan ana terpuruk anda malah mengeluarkan ide dengan perluasan perusahaan dengan teknis dan dana yang tidak sedikit. Sebagus apapun ide tersebut jika tidak tepat pada kondisinya, akan menyebabkan pemimpin perusahaan mengabaikannya. Bahkan bisa saja mereka menganggap anda terlalu mengada-ngada. 

3. Tidak Punya Jiwa Pemimpin

Kelemahan lain dari seorang karyawan yang tidak kunjung naik jabatan adalah tidak punya jiwa pemimpin. Jika suatu saat anda diberi kepercayaan untuk memimpin kelompok tim kecil, maka pergunakan dan buktikan bahwa anda adalah karyawan yang bisa memimpin kelompok tersebut. Ingat, menjadi pemimpin bukan dengan cara diktator. Tetapi pemimpin di sini adalah pemimpin yang bisa memanagemen anak buah dengan ilmu dan pengetahuan sehingga yang dipimpin akan timbul semangat etos kerja yang baik, tidak merasa digurui, dan lain sebagainya. Jika anda berhasil dalam memimpin tim kecil, pastinya seiring dengan waktu ada saatnya anda akan mendapatkan kenaikan jabatan dengan mengisi kursi  strategis yang lebih tinggi.

4. Tidak Memiliki Jiwa Terbuka

Orang yang paling berbahaya dalam suatu perusahaan adalah mereka yang tidak memiliki jiwa terbuka. Biasa mereka adalah orang yang merasa bahwa dirinyalah yang terbaik dan mampu mengerjakan tugas dari perusahaan. Padahal zaman terus berkembang, diperlukan sikap yang terbuka untuk selalu menerima nasehat dan pendapat dari orang lain. Tidak memiliki jiwa terbuka menyebabkan ia tak mau pendapat orang lain dan tidak mau belajar. Akibatnya ia akan terpuruk sendirian, dalam nostalgia kejayaannya. Sementara orang lain telah melakukan revolusi dalam dirinya baik dari segi pengetahuan, keterampilan, maupun pergaulan. 

Merasa cukup dengan apa yang diberikan oleh Tuhan tentu sangat baik. Tetapi merasa cukup dengan ilmu yang ada tentu tidak baik. Dalam hal-hal tertentu memang kita tidaklah bisa merasa cukup terutama dalam hal kebaikan. Orang yang merasa cukup ilmu biasanya mereka cenderung egois dan tak mau mengalah. Maka jangan salahkan jika tongkat kenaikan pangkat diberikan kepada orang lain. 

5. Tidak memberikan Kontribusi

Manusia tentu bukanlah robot yang hanya bisa bekerja atas dasar perintah. Apa bedanya dengan computer? Mungkin dalam hal ini mesin lebih baik karena akan bergerak cepat. Tapi anda adalah manusia yang diberi akal dan kemapuan untuk menganalisis dengan baik. Maka saat anda menjadi karyawan berikan sumbangsih terbaik anda untuk kemajuan perusahaan. Sebab para pemimpin yang baik biasanya akan menghargai sekecil apapun kontribusi yang diberikan anak buahnya. 

Jadilah karyawan yang tanggung jawab serta menginginkan kemajuan perusahaan, tidah hanya mempermasalahkan soal gaji yang kecil, pekerjaan yang selalu sibuk, waktu yang kurang. Intinya, selama menjadi karyawan, lakukan kontribusi kepada perusahaan anda.

6. Tidak ada Kesempatan

Jika semua poin telah dilakukan ada kemungkinan, anda belum memiliki kesempatan. Kesempatan di suatu perusahaan memang ada yang secara alami, ada juga yang disengaja karena faktor persaingan yang tidak sehat. Jika anda berada di sebuah perusahaan yang benar-benar sehat, maka anda tinggal bersabar. Percayakah keberuntungan itu pasti akan datang seiring dengan waktu dan kerja keras anda. Namun jika anda berada di posisi perusahaan yang tidak sehat dimana terjadi sikut menyikut, maka anda harus mempertingkan opsi lain.

Itulah beberapa yang harus anda perhatikan dalam meniti karir di perusahaan. Sepanjang ada kesempatan untuk bisa menaiki tangga kesuksesan, perhatikan potensi yang ada di dalam diri anda. Namun jika jalan dihadapan anda ditutupi oleh suatu yang haus akan kekuasaan. Anda bisa mempertingkan opsi lain seperti pindah kerjaan atau berwirausaha. Sebab, bagaimanapun hidup harus berkembang karena memang zaman pun selalu berkembang, termasuk kebutuhan manusia pun selalu bertambah. 

Tapi inti dari semua adalah yakinkan bahwa apapun itu, dalam kondisi apapun tetap harus terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik, berkualitas, dan bermanfaat sebab dimanapun anda berada jika hidup dengan kualitas yang baik akan senantiasa dibutuhkan orang lain. Tetap semangat.



No comments:

Post a Comment