Perusahaan Mau Bangkrut, Kenalilah Agar tak Ikut Nganggur

perusahaan bangkrut
Ilustrasi Perusahaan Bangkrut

Perusahaan Mau Bangkrut, Kenalilah Agar tak Ikut Nganggur -- Tak ada seorang pun yang tahu, apa yang akan terjadi dengan esok hari. Hari ini kita senang, besok bisa saja sedih. Hari ini kita jaya karena mampu bekerja di perusahaan besar nan megah, tapi bisa saja esoknya kita tak punya uang sepeser pun. Ya perusahaan bangkrut, dan kita nganggur. 

Begitulah hidup, apapun bisa saja terjadi. Meskipun kita disayang oleh perusahaan tapi tetap tak menjamin bahwa kita akan terus menjadi karyawan. Apa jadinya jika  kita diperlukan oleh perusahaan kalau toh perusahaan tersebut bangkrut. Artinya sama saja dengan kita dipecat, hanya beda caranya. 

Untuk itu, saat menjadi karyawan sifat kewaspadaan harus tetap kita miliki, sebab tak ada yang mampu menjamin kehidupan selain kita sendiri. Ada tanggung jawab yang harus kita penuhi terutama soal nafkah bagi keluarga. 

Maka saat anda menjadi karyawan kenalilah ciri perusahaan yang akan bangkrut agar anda tidak ikut nganggur. Anda bisa mempersiapakan sebelum perusahaan yang anda tempati benar-benar hancur. berikut ini ciri perusahaan akan bangkrut.

1. Perusahaan Melakukan Penghematan

Indikasi awal, yang mungkin akan terasa adalah adanya bentuk penghematan. Atasan anda akan selalu bertanya tujuan anda jika meminta biaya operasional. Jika dirasa tidak begitu memberikan kontribusi yang signifikan, maka permintaan karyawan biasanya akan ditolak. Kucuran dana biasanya akan diarahkan kepada hal-hal yang menyangkut percepatan pendaan perusahaan. Hal itu memang wajar, karena bagaimanapun operasional seperti penggajian, biaya produksi, dan distribusi tak dapat diganggu gugat. 

2. Atasan Anda Tampak Gelisah

Tanggung jawab atas maju dan mundurnya suatu perusahaan tentunya berada di pihak yang mengendalikan perusahaan. Untuk itu, anda bisa mencuri kesempatan untuk memastikan apakah atasan anda benar-benar sedang gelisah akibat rumitnya perusahaan. Keadaan ini biasanya dialami secara masal dimana hampir semua atasan seperti CEO, direktur, manager dan jajarannya. Kegelisahan itu bisa ditaksir sebagai masalah serius yang sukar untuk dihadapi.

3. Penggajian Sering Telat

Kadang kita seringkali jengkel dengan ulah perusahaan dengan gaji yang suka telat. Tapi kita harus sadar apa yang menjadi penyebab gaji itu telat. Jika memang perilaku perusahaan anda tidak wajar itu tandanya perusahaan anda tidak menepati janji. Namun jika perusahaan anda dirasa adalah perusahaan yang selalu memberikan gaji tepat waktu dan disiplin namun tiba-tiba memberikan gaji telat, maka bisa jadi sebagai indikasi bahwa perusahaan tersebut sedang krisis.

Pada kondisi tersebut, memang loyalitas kepada perusahaan dipertaruhkan. Jika memang perusahaan yang menurut anda adalah perusahaan terbaik. Sebaiknya para karyawan berusaha dengan giat untuk berusaha secara bersama-sama untuk memajukan kembali perusahaan tersebut. Ingat, bagaimanapun sebuah perusahaan adalah tempat anda mencari rejeki. Jadi sebelum anda mengambil keputusan terakhir, berjuanglah untuk perusahan sebaik mungkin.

4. Penghasilan perusahaan turun Tajam

Aktivitas perusahaan yang sehat biasanya bisa dikenali dengan kasat mata. Para pekerja selalu sibuk dan waktu benar-benar berharga. Namun sebaliknya, perusahaan yang akan mengalami kebangkrutan biasanya ditandai dengan sepinya aktifitas. Pekerja di bagian pemasaran cenderung stress karena tidak sesuai dengan target yang ditargetkan oleh sang manager. Akibatnya, pendapatan perusahaan menurun tajam. 

Maka saat itulah anda harus waspada, sebab jika Keadaan ini berlangsung terus menerus akan menjadikan perusahaan koleps dan akhirnya bisa saja mengalami kebangkrutan. 

5. Biaya operasional lebih besar dari pendapatan

Sebuah perusahaan tentu dalam aktivitasnya selalu membutuhkan biaya operasional. Biaya ini biasanya menyangkut biaya produksi, biaya distribusi, biaya promosi dan biaya penggajian karyawan. Semua biaya tersebut dapat teratasi jika memang perusahaan mendapatkan pendapatan dari hasil penjualan baik berupa barang ataupun jasa. Jika sesekali mungkin perusahaan masih bisa beroperasi dengan baik, namun jika biaya operasional lebih besar dari pendapatan terjadi hampir tiap bulan, itu berarti perusahaan anda sedang krisis. 

Bagian yang sangat mengetahui dengan pasti akan kondisi pengeluaran dan pendapatan adalah bagian administrasi. Maka tak ada salahnya anda bertanya kepada rekan yang bekerja di bagaian tersebut. Keadaan tersebut biasanya diikuti dengan intstruksi dari atasan supaya kinerja lebih optimal, misalnya dengan menggenjot penjualan, memperbaiki produk dan sebagainya. Namun jika berbagai langkah telah dilakukan dan kondisi tetap sama, maka dipastikan perusahaan anda akan bangkrut. Bersiaplah.

6. Beberapa Karyawan tak diperpanjang kontrak

Fennomena yang terakhir adalah banyaknya karyawan yang tidak diperpanjang kontraknya. Inilah pertanda bahwa perusahaan anda sudah tidak mampu lagi untuk berusaha mempertahankan karyawannya. Sebab, bagi perusahaan, karyawan adalah asset namun sekaligus juga tanggungan. 

Perusahaan yang baik biasanya akan jujur mengenai masalah yang terjadi pada perusahaannya. Bahkan jika memang karywan tersebut masih dibutuhkan, mereka biasanya akan memberikan jaminan bahwa kelak saat perusahaannya sehat, mereka akan memanggil anda kembali. 

Kita memang tak bisa menyalahkan perusahaan, tetapi kita harus sadar bahwa apa yang terjadi terkadang tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Itulah bukti bahwa yang di atas sana mempunyai kehendak. Segala cara bisa kita lakukan, termasuk jika pemimpin perusahaan mati-matian mencoba untuk mempertahankan anda, namun jika keputusan  yang di Atas berkehendak tak seorang pun dapat mengubahnya.

Maka apapun dan dimanapun kita bekerja kita harus selalu waspada, setidaknya ita harus mempunyai tambahan walaupun bentuknya hanya berupa bisnis kecil-kecilan seperti bekerja sambilan dari online, atau apa saja yang sekiranya bisa membantu saat kita diterpa musibah. 
Semoga kita tetap semangat untuk terus berkarya

No comments:

Post a Comment