Jeratan Google Sandbox, Akhirnya Lepas Juga!!

Cara mengatasi google sandbox
Ilustrasi Google Sandbox

Bibsisnis.com: Cara Keluar dari Jeratan Google Sandbox! Tips dan Trik— Blogger manapun pastinya akan takut dengan nama “sandbox”, sebuah algoritma dari google yang  akan memenjarakan setiap artikel bahkan website secara keseluruhan sebagai bentuk hukuman dari "si Mbah" jika melanggar kebijakannya,  seperti yang terjadi dengan blog kesayanganku ini. 

Entah apa penyebabnya, karena sepengetahuan penulis tak pernah melakukan copy paste, semua tulisan merupakan karya original saya (meskipun jelek). 

Artikel ini merupakan janji saya atas artikel sebelumnya, dimana saya berjanji akan memposting cara bagaimana keluar dari google sandbox jika blog ini bisa keluar dari “penjara google sandbox”. Baca artikel sebelumnya.

Hati-hati, blog Terkena Google SandBox!

Apakah itu google sandbox? Saya rasa tak perlu menjelaskannya lagi, anda tinggal search di google tentang pengertiannya.

Sebab Terkena Google Sandbox

Sekitar 6 bulan sebelumnya blog ini mengalami keanehan dimana setiap kali posting artikel sangat susah diindex oleh google. Bahkan beberapa artikel yang ada yang menempati page 1 perlahan-lahan mulai turun page. Kondisi ini tentunya membuat saya panic, apalagi beberapa artikel ada yang sampai tidak terdetec di mesin pencari. Saya mulai “curiga”, pasti dengan sandbox nih!

Apa yang saya lakukan saat itu untuk memastikan bahwa blog saya terkena google sandbox? Ya melakukan pengecekan atau tes apakah sebuah web atau blog terkena sandbox. Saya pun melakukannya dengan mengunjungi situs pengecek status sandbox suatu web dengan cara: 
1. Kunjungi web Google Cheker Tools

2. Masukan alamat web/ blog anda

3. Lihat Hasilnya, (namawebsite) diikuti kata “is possibly penalized or sandboxed by google!” berarti website/blog anda terkena hukuman. Namun apabila hasilnya (namawebsite)  “looks OK!” berarti selamat website anda AMAN

4. Jika anda termasuk dalam hasil yang pertama, maka lakukan pengecekan dengan mengetikkan di website/blog di search engine google. Jangan lupa ketikkan juga beberapa artikel postingan anda.

5. Akan terlihat dengan 3 kategori yaitu, Pertama Deindex yaitu kondisi apabila website benar-benar dihapus oleh google atau disebut juga dengan banned. Kedua, Penalized yaitu kondisi apabila domain masih ditemukan di mesin pencari, namun halaman demi halaman sudah tidak ada di mesin pencari. Ketiga Sandbox , yaitu suatu kondisi dimana domain dan halaman masih ditemukan di mesin pencari, namun akan terjadi penurunan traffic yang sangat tajam, dimana artikel kita perlahan-lahan akan tenggelam sampai akhirnya tak ditemukan di mesin pencari. Cara kerjanya persis seperti pasir hisap di padang gurun yang kita temui di film petualangan.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? Sebenarnya tidak ada panduan khusus yang benar-benar terbukti secara ampuh untuk mengatasi. Waktu itu saya membaca artikel berbagai macam cara dan tip agar lolos dari jeratan sandbox dari tetangga sebelah, bahkan ada yang berani membuat keyword “Cara Mengatasi Google Sandbox dengan Cepat”, “dengan Ampuh”, “Terbukti Ampuh”. Tetapi jawabannya tetap nihil. Selama 6 Bulan blog saya tetap terpuruk: Pengunjung di Google Analytic terus menurun; Artikel jawara saya tidak di page 1 lagi;  Alexa saya semakin membesar bahkan no data; dan sebagainya. Lalu apa yang saya lakukan?

1. Waktu itu, yang saya lakukan pertama-tama adalah sebisa mungkin tetap tenang, stop melakukan optimasi! Hanya fokus kepada artikel.

2. Saya menulis artikel tentang sandbox dengan menyertakan artikel ke google, hasilnya nihil

3. Saya mengganti templat bawaan bloger, dengan bawaan bloger lainnya, hasilnya nihil.

4. Saya mulai panic namun tetap menulis artikel

5. Selanjutnya saya memberanikan diri menulis artikel yang panjangnya lebih dari 1000 atau antara 1000 sampai 2500 kata setiap artikel.

6. Terus membuat artikel, sambil saya kembali mengubah template dengan template yang benar-benar berbeda (bukan bawaan bloger)

7. Kemudian saya melakukan submit ulang di webmaster: dengan submite website, submite peta situs, semuanya saya submite ulang.

8. Setelah itu, saya kembali mengecek status blog saya dan Alhamdulillah, blogku kembali normal.

Memang, sangat susah menebak-nebak cara yang memang tidak ada panduannya. Semuanya merupakan asumsi, termasuk apa yang saya lakukan merupakan asumsi saya dalam upaya membebaskan diri dari sandbox. Mungkin cara saya akan berbeda dari orang lain. Tetapi sedikitnya bisa menjadi alternative bagi para blogger yang sedang tertimpa musibah seperti saya. Terus terang saya tidak memastikan cara yang saya lakukan benar-benar manjur. Tetapi itulah pengalaman saya mudah-mudahan bisa menjawab persoalan anda, dan menjadi suatu metode yang cukup ampuh. Saya percaya suatu metode biasanya lahir dari analisa, atau hipotesa hingga menjadi sebuah ilmu. 

Akhir kata semoga artikel ini berguna dan satu lagi yang belum saya lakukan yaitu meminta peninjauan ulang kepada google melalui surat pengajuan. Andai saja blog saya masih terkena google sandbox, maka langkah terakhir yang mungkin akan saya lakukan adalah meminta peninjauan kembali yang inti nya bahwa saya tidak melakukan kesalahan, dan bukan seorang plagiat, bukan seorang penjahan.

Kini, saya memulai dengan langkah awal lagi, berusaha lebih baik lagi dengan berusaha menurunkan alexa, membuat artikel untuk pemirsa. Semua dari awal tetapi tetap tidak akan pantang menyerah seperti lirik lagu dangdut, "Jatuh Bangun" aku akan tetap SEMANGAT 


No comments:

Post a Comment