Uang, antara keberuntungan dan Bencana

Uang, antara keberuntungan dan Bencana-- Siapa sih yang tidak mengetahui tentang uang. Semua orang pastinya mengenal uang. Meskipun bentuknya termasuk benda kecil dan sederhana, namun ia mempunyai nilai yang sangat berarti. Tak aneh jika benda ini selalu dicari-cari oleh setiap orang. Bahkan, banyak orang yang rela mengorbankan waktu, pikiran, dan kesehatannya hanya untuk mendapatkan uang. Mempunyai uang diibaratkan mendapatkan keberuntungan, sebaliknya jika tidak mempunyai uang orang beranggapan akan mendapatkan bencana

Begitu berharganya. Seseorang yang mempunyai banyak uang biasanya dapat melakukan sesuatu dengan mudah. Ia dapat membeli berbagai macam barang atau makanan; memiliki rumah yang mewah; mempercantik penampilan dengan berbagai perhiasan; mempunyai kendaraan yang canggih; dapat melakukan perjalanan ke berbagai tempat; dan segala kemudahan lainnya. Namun, jika seseorang tidak dapat mengendalikan uang dengan benar, maka uang dapat juga menimbulkan musibah bahkan bencana.

Apakah sebenarnya uang itu? Secara umum, uang merupakan alat pertukaran yang dapat diterima oleh berbagai kalangan. Semua orang sepakat bahwa benda yang disebut uang harus diterima sebagai benda yang berharga. Maka dalam hal ini diperlukan kesepakatan (konvensi) baik secara hukum atau secara kesepakatan-kesepakatan lainnya. Menurut ilmu ekonomi modern, uang adalah sesuatu yang tersedia secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk membayar utang.

Tak dapat kita pungkiri bahwa semua kegiatan di bumi ini tidaklah terlepas dari pengaruh uang terutama di sektor ekonomi. Uang diibaratkan kereta yang membawa perkembangan perekonomian individual ke arah yang lebih maju. Selain itu, seiring meningkatnya kebutuhan juga memaksa orang untuk mendapatkan uang dalam jumlah yang sangat banyak. Lebih jauh lagi uang telah memberikan pelabelan budaya terhadap seseorang di mata masyarakat lainnya. Tak salah jika sebagian orang memaksa untuk menghoramati orang yang mempunyai uang lebih banyak dari dirinya.

Keadaan ini telah menjadi harmoni di dalam kehidupan. Di sana kita dapat melihat beberapa perbedaan dari segi ekonomi yaitu antara si kaya dan si miskin. Meskipun demikian tetaplah uang tidak menjamin seseorang untuk mendapatkan kenikmatan material, dan kenikmatan-kenikmatan lainnya. Tak jarang kita melihat orang-orang yang bergelimpang harta, banyak uang justru mereka terjerumus dalam berbagai permasalahan. Tak jarang juga kita melihat akibat terlalu sibuk dalam mencari uang, mereka lupa akan kewajibannya kepada keluarga dan agama sehingga ujung-ujungnya keluarga mereka hancur.

Maka diperlukan pengendalian akan pentingnya kepemilikan uang. Agar uang benar-benar akan memberikan  manfaat kepada kita.

No comments:

Post a Comment