Kegunaan dan Pengolahan Hasil Pohon Aren

Kegunaan dan Pengolahan Hasil Pohon Aren-- Pernahkah kamu pergi ke lereng pegunungan. Saat kita berwisata pegunungan mungkin pernah melihat sebuah pohon yang mirip dengan pohon kelapa tetapi lebih lebar. Ya itulah pohon aren. Tahukah kamu? Setiap bagian yang terdapat pada pohon aren dapat dimanfaatkan oleh manusia. Pohon aren termasuk pohon yang banyak memberikan manfaat, saking banyaknya hampir seluruh bagian dari pohon ini dapat dimanfaatkan oleh manusia. Jika kita jeli, pohon aren sebetulnya bisa kita jadikan andalan dalam menopang perekonomian kita. Hanya saja bagaimana kita dapat berpikir untuk mempergunakannya, membudidayakannya, dan mengolah pohon ini agar menghasilkan sesuatu yang berguna.

Secara alami sebetulnya pohon aren memiliki fungsi perlindungan yaitu untuk menjaga lingkunagan dan melestarikan sumber daya alam. Pohon aren dapat mencegah erosi, longsor dan juga dapat digunakan sebagai penyerap air yang baik, sehingga terhindar dari banjir karena pohon aren memiliki daun yang lebat dan batang yang tertutup oleh lapisan injuk. Hal ini tentu saja  akan menjadi alat efektif sebagai penahan hujan. Selanjutnya  air akan  diserap oleh pohon  dan tidak langsung masuk ke dalam permukaan  tanah  yang nantinya akan mengurangi penyerapan air hujan yang turun.

Selain fungsi diatas pohon aren juga memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena produksi dari pohon aren dapat diperoleh dari bagian pohon mulai dari akar, batang, daun, bunga dan buah. Beberapa bagian pohon aren yang dapat dimanfaatkan yaitu sebagai berikut.

Kegunaan dan pengolahan hasil pohon Aren yang perlu kita ketahui

 

1.    Batang Pohon Aren

Dari bagian batang pohon aren bisa menghasilkan tepung aren yang nantinya dapat dipergunakan sebagai bahan baku yang biasa dijual di pasaran. Kamu pasti mengenal bakso kan? Nah itulah salah satu jajanan yang menggunakan bahan dari pohon aren yaitu tepung aren. Sebenarnya banyak sekali makanan yang menggunakan bahan dari olahan pohon aren seperti mie, empe-empe, bahkan sering juga digunakan sebagai bahan baku pembuatan lem.

Bagaimana cara mengolah pohon aten menjadi tepung? Syarat utama bahan batang pohon aren yang akan digunakan haruslah pohon yang telah berumur dan siap dipanen, sebab selain untuk kelestarian juga akan menentukan kualitas dari pati atau tepungnya. Cara dengan menebas sebagaian kecil pohon, lalu periksa di pekakas kita apakah terdapat tepung atau pati yang menempel. Jika ada maka kita bisa melakukan penebangan. Sebaiknya menebang pohon aren pada tempat yang kira-kira terdapat pohon yang sejenis dan penebangan pun janganlah terlalu banyak. Hal tersebut untuk menghindari punahnya jenis tanaman ini.

Belahlah dan pisahkan kulit luar dari batang dengan empelurnya lalu potong kecil-kecil dan parutlah. hasil parutan kemudia diberi air dan saringlah. Hasil saringan kemudian  diendapkan semalaman. Maka akan terjadi pemisahan antara air dengan pati. Hasil endapan yang bersih dapat diambil untuk kemudian dijemur.

2.    Daun Pohon Aren

Selain batang, daun juga bisa kita manfaatkan untuk berbagai keperluan. Bentuk daun pohon aren yang menyirip seperti daun kelapa bisa digunakan sebagai bahan salah satu bagian rumah (mungkin saat ini sudah jarang kita dapati). Penggunaan daun aren untuk bahan bangunan dapat kita jumpai terutama di pedesaan. Kegunaan lain dari daun pohon aren yaitu dapat digunakan sebagai pembungkus barang dagangan seperti gula aren atau buah durian, lembar-lembar daun ini kerap dipintal menjadi tali. Pucuk daun yang masih kuncup sering kita lihat kuga sebagai tanda sedang berlangsungnya acara nikahan yang kita kenal dengan istilah janur, dari pucuk daunya juga dapat dipergunakan sebagai daun rokok yang kita kenal dengan nama daun kawung.

3.    Akar Pohon Aren

Dari bagian akar pohon aren ini juga berfungsi sebagai tali atau cambuk. Dan dari seratnya di gunakan sebagai bahan anyaman. Selain itu akar segar pohon aren dapat digunakan untuk aneka obat-obatan seperti obat sembelit, disentri paru-paru dan sebagainya.

4.    Buah Aren

Pada bagian buah ini dapat diolah menjadi kolang kaling yang sering kita kenal sebagai makanan pencampur kolak atau sirup. Kolangkaling sendiri diperoleh dari biji buah aren yang setengah masak. Ciri buah aren yang setengah masak yaitu kulit buahnya tipis, lembek dan berwarna kuning.  Inti bijinya berwarna putih agak bening dan lembek, bagian inilah yang nantinya dapat diolah menjadi kolang kaling.

Cara membuat kolang-kaling

  1. Bakar buah aren terlebih dahulu sehingga kulit luar dan lender yang dapat memyebabkan gatal dapat hilang. Biji-biji yang hangus, dibersihkan dengan air sampai dihasilkan inti biji yang bersih.
  2. Setelah dibakar buah aren kemudian direbus ke dalam jelaga atau kuali sampai mendidih selama 1-2 jam. Dengan direbus dapat memudahkan untuk melepas atau memisahkan inti biji karena kulit biji menjadi lembek. Inti biji kemudian dicuci berulang-ulang sehingga nantinya akan didapat kolang-kaling yang bersih. Setelah dicuci bersih inti biji kemudian diendapkan ke dalam air kapur selama kurang lebih 2-3 hari.setelah di rendam dalam air kapur,maka kolang-kaling yang terapung ini yang akan siap untuk dipasarkan atau dipergunakan.

5.   Serabut  Ijuk Aren

Ijuk merupakan bagian yang dihasilkan dari pohon aren. Ijuk biasanya berupa serat yang berwarna hitam. Ijuk pohon ini dapat dipergunakan dalam bidang kerajinan dan usaha menengah sampai kualitas ekspor. Untuk menghasilkan ijuk yang baik haruslah diperoleh dari pohon aren yang telah berumur lebih dari 5 tahun yang dapat ditandai dengan tongkol-tongkol bunganya keluar.  Kenapa dipilih pohon aren yang usianya lebih dari 5 tahu? Hal ini dikarenakan pohon yang masih muda produksi ijuknya masih kecil.

Dalam pengumpulan injuk dari pohon aren dilakukan dengan memotong pangkal pelepah-pelepah daun, kemudian injuk yang bentuknya berupa lempengan anyaman ijuk lepas dengan menggunakan parang dari tempat ijuk itu menempel.Lempengananyaman ijuk yang baru dilepas dari pohon aren, masih mengandung lidi-lidi ijuk. Lidi-lidi ijuk dapat dipisahkan dari serat-serat ijuk dengan menggunakan tangan. Untuk membersihkan serat ijuk dari berbagai kotoran dan ukuran serat ijuk yang besar, digunakan sisir kawat. Ijuk yang sudah dibersihkan dapat dipergunakan sesuai keperluan

6.    Bunga Aren

Pada bagian bunga ini dihasilkan nira yang berasal dari penyadapan tongkol atau tandan bunga. Penyadapan nira ini dilakukan pada tandan bunga jantan karena bunga jantan dapat menghasilkan kualitas nira yang baik dan juga didapat hasil dalam jumlah yang banyak.

Hasil dari air aren dapat diolah menjadi gula aren, tuak, cuka dan minuman segar. Tetapi yang sangat popular adalah sebagai penghasil gula aren karena gula yang terbuat dari nira ini tidak mengandung bahan kimia dan bisa menjadi obat selain kandungan kalorinya yang rendah membuat gula aren tidak berbahaya bagi penderita diabetes hal inlah yang membuat gula aren makin banyak dicari pembeli

Dari setiap pohon aren dapat menghasilkan nira 8-10 liter. Nira yang telah dikumpulkan selama kurang lebih satu hari, kemudian diolah di atas api tungku kayu bakar selama 5–8 jam pada ruangan khusus. Biasanya ruang khusus tersebut terletak di dalam kebun berukuran 3 x 4 meter persegi dan dipenuhi peralatan dapur untuk mengolah gula aren. Namun ada juga yang di bawa ke pekampungan dan pengolahannya pun di dapur-dapur seperti halnya memasak. Nira terus dimasak sampai mengental dan berwarna kekuning-kuningan. Setelah itu kemudian gula aren siap dicetak dengan menggunakn batok-batok kelapa sebagai cukil yang sudah dibersihkan. Air nira kemudian dimasukkan ke dalam cetakan. Beberapa tempat mempunyai cetakan yang berbeda-beda. Ada yang terbuat dari bambu yang dipotong-potong ada juga yang menggunakan batok itu sendiri. Setelah itu dibiarkan hingga mengeras, selanjutnya siap dikemas dengan menggunakan pelepah daun aren.

Itulah sobat Kegunaan dan Pengolahan Hasil Pohon Aren yang bisa kita gunakan untuk menopang perekonomian kita. Semoga menjadi inspirasi untuk tetap bersyukur bahwa di sekitar kita sebenarnya terdapat hal-hal yang bisa kita manfaatkan.

No comments:

Post a Comment