Industri dan kerajinan dari Bahan Tradisional (ijuk)

Industri dan kerajinan dari Bahan Tradisional (ijuk)-- “Kembali ke alam” itulah semboyan yang saat ini banyak dikumandangkan, tidak hanya di Amerika, di Negara kita pun gaya hidup yang ramah lingkungan sedang gencarnya disosialisasikan. Salah satunya adalah berbagai kreasi industri local dan kerajinan. Ini tentu menjadi kabar gembira mengingat di Negara kita merupakan kawasan yang dianugerahi sumberdaya alam yang melimpah, tak terkecuali bahan industry dan kerajinan, salah satunya dari bahan ijuk pohon aren.

Oke sobat, mari kita lihat di bidang Indutri, ternyata kerajinan pohon aren pun mempunyai sumbangsih yang cukup besar. Bahan yang utama misalnya ijuk. Ijuk, yang dihasilkan saat ini cukup menjanjikan kembali. Adanya konsep “kembali ke alam” dan pemaduan nilai-nilai seni membuat jenis ijuk pohon aren banyak digunakan dalam beberapa industri. Untuk lebih jelasnya berikut merupakan beberapa jenis pengolahan dari ijuk pohon aren.

1.    Atap rumah

Sejak zaman dahulu sampai sekarang, ijuk pohon aren banyak digunakan oleh lapisan masyarakat. Namun terdapat perbedaan cara pandang mengenai pembuatan atap dari bahan ijuk antara zaman dahulu dengan zaman sekarang. Pada zaman dahulu masyarakat mempergunakan ijuk pohon aren karena saat itu belum ada bahan lain untuk membuat atap. Kalaupun ada, kualitasnya tidak lebih baik dari ijuk pohon aren. Sementara pada saat ini orang lebih mengenal ijuk lebih pada nilai-nilai estetis sebagai sebuah karya seni bangunan.

Atap bangunan ijuk tentu saja akan memberikan kesan eksotis jika kita dapat menuangkan ide-ide seni kita. Beberapa bangunan atau restoran-restoran yang mengambil tema kedaerahan banyak yang menggunakan ijuk untuk bagian atapnya. Atap rumah dari ijuk yang berupa serabut berwarna hitam akan mudah terlihat dari kejauhan. Ijuk dapat menciptakan suasana tersendiri bagi sejumlah kalangan yang mempunyai kecintaan teruta yang bersifat kedaerahan. Bangunan tersebut dapat dibedakan dengan bangunan yang ada di pekampungan terutama terlihat dari kualitas bahan-bahan yang digunakan

Untuk mempercantik bangunan, para pembuat bangunan biasanya menggabungkan bahn ijuk dengan bahan-bahan tradisional lainnya, misalnya dengan penggunaan elemen bambu untuk dinding, pohon jambe atau kelapa untuk tiang-tiang, kayu-kayu untuk desain interior dan sebagainya. Mengambil corak kedaerahan tidaklah menjamin pengerjaan bangunan tersebut menjadi mudah. Dalam pembuatanannya konsep ini dapat juga lebih rumit dai bangunan-bangunan modern saat ini. Bahkan sering kita mengkategorikan bangunan seperti itu termasuk pada golongan rumah yang mewah.

2.    Sapu Ijuk

Jika dibandingan dengan penggunaan ijuk untuk membuat sapu, tentulah pembuatan sapu lebih sederhana daripada pembuatan atap. Hal tersebut dikarenakan nilai fungsi dari sapu itu sendiri. Namun demikian penggunaan sapu ijuk sampai saat ini masih sering digunakan oleh semua masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah. 

Saat ini, kemajuan teknologi telah menciptakan berbagai produk pembersih ruangan dengan peralatan yang sangat canggih. Namun, pada umumnya alat-alat tersebut harus menggunakan energi baik dari listrik ataupun batu baterai. Hal inilah yang menyebabkan sampai saat ini sapu ijuk masih tetap bertahan di pasaran. Kepraktisan dan kecenderungan harga yang murah menjadikan sejumlah pengrajin sapu ijuk masih bangga dengan hasil karyanya karena sampai saat ini industri sapu ijuk masih menjadi primadona di kalangan rumah tangga sebagai alat pembersih debu-dan kotoran khususnya yang berkaitan dengan kebersihan lantai.

3.    Kursi dan Tali

Bahan baku ijuk pohon aren banyak juga digunakan dalam industri pembuatan kursi. Seperti yang kita ketahui bahwa pembutan kursi membutuhkan bahan-bahan yang bersipat pegas dan nyaman untuk dijadikan tempat duduk. Sampai saat ini bahan ijuk pun lagi-lagi bersaing dengan sejumlah bahan lain. 

Saat ini, terdapat beberapa bahan pesaing  ijuk untuk pembuatan kursi yakni kain perca, ban bekas dam busa atau gabus. Melihat fenomena demikian seharusnya para pengrajin ijuk lebih mengetahui persaingan bahan agar bahan baku ijuk tetap dapat dipertahankan khusunya pada industri pembuatan kursi.

Itulah sedikit gambaran mengenai bahan baku alam di sekitar kita yang dapat kita manfaatkan dengan menggunakan konsep alam. Jika kita gali ternyata bahan di sekitar kita banyak yang bermanfaat.

No comments:

Post a Comment