Teater dalam Produksinya

Teater dalam Produksinya -- Seringkali menjadi obrolan kacangan atau entah basa-basi, ketika seseorang bertanya “Apa kesibukanmu, Nak?” Lantas saya menjawab “Berteater atau main drama,” maka apa yang ada dalam pikiran sang penanya selain kerutan wajah seolah-olah memberikan pertanyaan lain: Kenapa mesti itu, itu kan pekerjaan buang-buang waktu dan pikiran saja. Andai saja pekerjaan menjadi seorang pemain teater setingkat PNS (Pegawai Negeri Sipil), mungkin keadaannya akan berbalik 180 derajat. Di depan gedung pertunjukan akan antri beribu-ribu pelamar, atau bahkan akan ada kasus suap atau kolusi agar ia diterima menjadi pemain teater.

Kasus seperti itu memang seharusnya kita pikirkan dengan serius — terutama bagi dramawan atau pelaku seni teater. Seperti lirik “Serius Band” yang diubah, bahwa “Pelaku teater juga manusia” yang pada kenyataannya selalu berdampingan dengan masalah hidup seperti mempunyai pekerjaan tetap, pernikahan, mempunyai anak, cucu dan sebagainya.

Dalam hal ini kita dapat menemukan dua permasalahan. Pertama, menanggapi permasalah tersebut tentu yang merasa diri sebagai penggiat teater akan menjawab dengan dalih-dalih subjektifnya, tetapi pada kenyataannya memang di masyarakat kita, teater itu sendiri belum bisa menjadi penghasilan sebagaimana kelompok teater-teater di Barat. Teater belum mempunyai prestise di masyarakat. Di masyarakat bahkan, seorang pemain sinetron biasanya lebih dihargai daripada pemain teater. Kedua, bagi pelaku teater itu sendiri kita dapat menemukan dua kelompok. Ada penggiat yang benar-benar menyerahkan teater sebagai sebuah karya seni, kesenian itu yang mesti dihidupi. Kelompok ini biasanya orang-orang militan yang menghargai kesenian apapun keadaannya atau ia sendiri dalam keadaan mapan (mempunyai pekerjaan tetap tetapi terus berkecimpung di wilayah kesenian)  dan ada pula yang menganggap teater sebagai hidup yang harus bisa menghidupi diri dan keluarganya. Lagi-lagi pernyataan itu bisa dianggap sah-sah saja.

Tidaklah heran jika banyaknya bermunculan pemain teater baru diikuti pula dengan hilangnya beberapa aktor yang cukup kompeten beralih profesi ke bidang yang lain. Maka tolak ukur banyaknya penggiat teater yang hadir dalam berbagai bentuk sayembara atau lomba, kiranya belum tentu diikuti dengan eksistensinya di teater beberapa tahun ke depan. 

Hingga kini, hanya beberapa kelompok teater yang mempunyai nama di masyarakat, sebutlah misalnya Teater Koma, Teater Populer, Teater Mandiri, Bengkel Teater Rendra, Teater Garasi, Teater Payung Hitam, dan Mainteater yang bisa memproduksi karyanya dengan biaya produksi yang cukup besar, selebihnya kelompok-kelompok teater yang terus bernapas di ambang kepunahan. Bukankah kelompok teater yang sudah mapan tadi kebanyakan telah berkiprah dari tahun 70-an. Lalu yang menjadi pertanyaan, kemanakah produktivitas kesenian teater saat saat ini, siapa penerus teater-teater tersebut?

Menilik lagi jejak perkembangan teater khususnya di tanah air sepertinya patutlah kita bangga dengan bermuncullan teater baru dengan berbagai gaya, tetapi sampai kapankah kelompok teater itu akan bertahan, inilah yang menjadi persoalannya. Bukankah sebuah kelompok teater akan berkembang jika pelaku teater benar-benar komitmen dan ditunjang oleh aspek-aspek kehidupannya yang lain dan salah satunya dana untuk mencukupi kebutuhan pribadinya.


Lalu bagaimana agar sebuah karya teater tidak dianggap sebagai pemborosan dan buang-buang waktu. Tentu saja bagi penggiat seni nomor satu tak ada permasalahan, sebab ketika karya itu selesai ditampilkan, maka tugasnya selesai tanpa harus memikirkan honor atau apapun bagi pelaku tersebut. Batiniahnya sudah terpenuhi sebagai pelaku teater yang ingin menghidupi kesenian. Tetapi bagi kelompok kedua, ketika selesai sebuah pagelaran hal yang ia pikirkan tentulah keuangan, setidaknya untuk mengganti waktu-waktu yang terpakai selama latihan dan sebagainya.

Apa yang harus kita kerjakan. Bila kita mencermati, jelaslah disini teater harus kita posisikan sebagai produk, sebab teater itu sendiri erat kaitannya dengan publik penonton dan produk tidaklah mungkin terlepas dari sebuah keproduksian. Teater bukan disebut teater jika tidak ada penontonnya. Kehadiran penonton mutlak harus ada dan jika  penonton ada tentulah harus memberikan kepuasan kepada penonton dengan tontonan yang menyegarkan agar untuk produksi-produksi selanjutnya penonton tersebut bisa menjadi masa penggiat teater. Lebih jauhnya harus ada analisis secara seksama.

Jika kita klasifikasikan ada tiga hal yang harus kita kerjakan dalam sebuah produksi teater, yakni pra pentas, pentas dan pasca pentas.

Untuk pra pentas, jauh sebelum membuat sebuah produk seni teater harus kita pikirkan apa yang akan kita garap, nilai apa yang akan kita bawakan untuk masyarakat, siapa calon pengapresiasinya dan dimana letak terjadi peristiwa teaternya (tempat pementasannya) kemudian hal yang menariknya dan belum pernah kita sentuh adalah tidak adanya sosialisasi pra pentas: ada sebuah seminar mengenai pembedahan naskah untuk pecinta seni yang sifatnya kalangan akademis kalau perlu dibuka casting dengan gaya Akademi Fantasi Indonesia (AFI) untuk menarik peminat teater itu sendiri dan untuk calon penonton umum (masyarakat awam) diadakan penyuluhan lewat media-media yang sifatnya tidak hanya sekedar publikasi semata. Sosialisasi ini tidak hanya bagi calon penonton saja tetapi bagi pihak perusahaan swasta dan pemerintah pun ikut diundang agar pihak yang akan memberikan sponsor tidak terkesan “membeli kucing dalam karung” untuk kualitas yang sifatnya teknis dari penguasaan panggung dan kualitas aktor itu sendiri. Tindakan ini kesannya terkesan naïf, tapi bila kita teliti lebih jauh, justru inilah yang akan menghidupkan kualitas teater itu sendiri di masyarakat. Teater tidak hanya sebatas hiburan belaka, tapi merupakan suatu wacana intelektual yang kompleks, segar, dan tidak adanya pihak-pihak yang dirugikan, sehingga rantai produksi terus terjaga di samping tetap menjaga hubungan dengan pihak-pihak lain yang nantinya akan membantu proses terselenggaranya pertunjukan itu.

Jika sudah demikian, pada tahap ini saja jelas akan mendapatkan berkah yang bisa dipergunakan untuk kepentingan pra pentas itu sendiri. Untuk itu calon sutradara harus benar-benar menguasai teknis penyutradaraan dan sutradara sendiri harus memikirkan masak-masak apa yang akan digarapnya supaya teater bukan hanya garapan yang asal-asalan tapi lebih mengena sasarannya.

Selanjutnya yaitu tahap pentas. Jika kita pergi ke sebuah bioskop--sebagai bandingan, apa yang akan kita rasakan selain kenyamanan. Hal itu pula yang perlu kita pikirkan untuk produksi teater. Memang, sebagai orientasi yang jelas adalah pendapatan yang berasal dari penjualan tiket, tapi untuk tambahannya harus ada tambahan agar kebutuhan produksi lebih optimal diantaranya yaitu dengan membuat stand-stand penyediaan bahan konsumsi atau produk tambahan untuk penonton agar dalam tahap pelaksanaan tontonan teater dimulai, penonton sudah dinyamankan dengan suasana sebelum masuk gedung pertunjukan, sehingga ketika menonton pertunjukan teater, penonton dalan keadaan rilek dan siap untuk menerima masukan dari nilai-nilai teater itu sendiri.

Tahap akhir adalah pasca teater, inilah yang sering menentukan apakan teater itu disebut teater pemborosan atau tidaknya. Kadangkala setiap selesai pentas, pertunjukan itu selesai begitu saja, tanpa ada kelanjutan yang pasti. Yang lebih boros lagi pementasan hanya satu kali dengan menghabiskan biaya panggung yang berjuta-juta dan ketika sebuah produksi selesai hanya ada rapat prihal pembagian honor yang sealakadarnya dan sebagainya, tanpa ada rencana-rencana yang lebih menarik lagi, misalnya dipentaskan lagi di beberapa kota atau adanya rencana pameran hasil dokumentasi pementasan, ada pelelangan kostum, artistik hasil pementasan atau lebih jauh lagi adanya tahap pengkajian pra pentas untuk upaya pengembangan naskah pada pertunjukan yang selanjutnya supaya pementasan lebih menuju sempurna. Dokumentasi pementassan bisa dikirimkan ke yayasan yang mendanai perihal pementasan seni pertunjukan untuk tambahan produksi selanjutnya. Cara yang lain yaitu dengan bentuk tawaran bagi pihak perusahaan swasta, konglomerat-konglomerat, dan pemerintah yang ingin menikmati acara teater baik untuk acara pembelajaran atau dinikmati secara independen dan sebagainya.

Kata-kata pemborosan seharusnya dibuang jauh-jauh dengan alat solusi yang kuat dan bermutu. Akhirnya, Jika dengan keinginan yang kuat bahwa teater kita ingin maju, maka upaya-upaya pembenahan harus senantiasa kita lakukan. Jika teater ingin dihormati maka pelakunya sendiri yang pertama-tama harus menghormatinya, terutama dalam proses dengan keyakinan untuk terus maju, memajukan bumi perteateran di bumi Nusantara kita khususnya.

                    ***

Ivan Masdudin, lahir di Tasikmalaya, senang menonton teater. Tulisan ini saya tulis tahun 2003 saat saya menjadi ketua Lakon Teater dan saya temukan di harddisk komputer yang hampir tak terselamatkan.

Petani dan Nelayan, Harus Berpola Pikir Pengusaha

Petani dan Nelayan, Harus Berpola Pikir Pengusaha-- Di negeri kita, petani dan nelayan sering diidentikkan dengan kemiskinan. Ya karena memang sejauh ini hanya beberapa persen saja para petani dan nelayan yang berhasil dalam mengembangkan pertaniannya, sehingga mampu mengangkat roda perekonomian keluarganya, tetapi belum menjadi kekuatan perekonomian yang mampu menggerakkan perekonomian secara merata di pedesaan. Hal ini sangat kontradiktif dengan para petani di luar negeri atau negara maju. Para petani dan nelayan layaknya seorang pengusaha dimana sektor pertanian dan perikanan mampu bersaing dengan industri. Para tuan tanah identik dengan seorang pengusaha, para nelayan adalah pengusaha ekspor. Mereka mempunyai karyawan, menggunakan alat pertanian dan pelayaran yang canggih jauh dari kesan tradisional, bahkan mampu membangun kekuatan perekonomian dari wilayah pedesaannya.

Jika kita melihat perbandingan tersebut, selayaknyalah kita berpikir mengapa mereka bisa demikian? Mengapa sektor pertanian dan perikanan kita tertinggal, sebaliknya mereka bisa maju hingga selevel dengan sektor industri. Inilah yang harus dijawab oleh bangsa kita. Di Negara manapun sektor pertanian adalah fondasi ekonomi yang akan menjadi tolak ukur berkembangnya berbagai sector. Jika sector pertanian suatu Negara dapat diandalkan, maka Negara tersebut akan tumbuh maju dengan stabil, kuat, dan terus maju mengarah pada perkembangan.

Sektor pertanian akan menjamin kebutuhan primer semua masyarakat. Bayangkan di suatu Negara dimana stok kebutuhan akan beras  selalu melimpah, para petani bisa mengekspor hasil pertanian dan perikanan ke Negara lain. Tentu desa akan diibaratkan dengan ibukota. Orang akan berpikir seribu kali untuk melakukan urbanisasi ke ibukota jika memang lapangan pekerjaan di pedesaan melimpah. Andai hasil pertanian dan perikanan mereka bisa menjamin keberlangsungan hidup di pedesaan. Marilah kita bayangkan andai seluruh pelosok negeri ini dari Sabang sampai Merauke semunya maju seperti halnya Jakarta. Yakinlah bahwa bangsa kita akan Maju dengan pesatnya sesuai dengan potensi daerahnya masing-masing. Yakinlah bahwa Negara kita akan menjadi bangsa yang kuat dan disegani karena kemajuannya sebagai bangsa yang mandiri, bangsa yang kuat dan berkualitas.

Saatnya para petani dan nelayan untuk memiliki pola pikir sebagai pengusaha


1.    Petani dan Nelayan adalah pengusaha

Jika anda adalah seorang petani yang menggarap sebidang tanah di pedesaan, maka anda sebetulnya adalah seorang pengusaha. Jika anda tinggal di pantai dengan pekerjaan setiap hari menangkap ikan, maka anda sebetulnya juga adalah para pengusaha. Mengapa? Tengoklah di ibukota atau di pasar-pasar baik yang modern maupun tradisional dimana beras, daging, ikan dan sayuran adalah komoditas yang sangat dibutuhkan sejajar dengan hasil industry seperti sepatu, kosmetik, dan baju bahkan mungkin lebih berharga dari kebutuhan lainnya. Jika beras dan ikan bisa dihasilkan oleh petani dan nelayan, maka baju dan sepatu pun sama dihasilkan oleh pengusaha industry. Artinya petani dan pengusaha industry kedudukannya sama. Ya sama-sama menghasilkan produk. Perbedaannya kalau pengusaha memasarkan langsung sampai keuntungannya berlipat, berbeda dengan petani yang keuntungannya minim akibat disedot oleh tengkulak. Mari kita bandingkan pula dari segi  ke-urgenan-nya. Mana yang lebih urgen? Jelas kebutuhan primer seperti beras dan ikan akan lebih penting dari sepatu dan baju.

Beras dan Ikan adalah produk dari pedesaan? Pertanyaannya mengapa orang lebih memilih melakukan urbanisasi dengan menjadi buruh atau karyawan di ibukota? Bukankan ujung-ujungnya hasil dari bekerja adalah untuk membeli nasi, daging, ikan dan sayuran. Padahal, di desanya mereka memiliki tanah yang berhektar-hektar sebagai lahan pertanian.

Disinilah perlunya wawasan dan pentingnya jiwa pengusaha dalam diri para petani. Dalam jiwa petani harus berkembang kepercayaan diri bahwa petani adalah pengusaha. Dimana seorang pengusaha tidakalah hanya membuat produk, tetapi mereka memikirkan semuanya baik itu dari segi managemen, produksi, pemasaran dan pengembangan. Sudah saatnya seorang petani tidak hanya bisa mencangkul dan memanen padi dan seorang nelayan tidak hanya menangkap ikan. Tetapi mereka memikirkan bagaimana melakukan pengolahan, pengemasan dan pemasaran sehingga hasil dari sektor tersebut menjadi lebih berharga dan bisa bersaing dengan produk yang lainnya. Para petani dan nelayan adalah pengusaha yang mampu mengembangkan produknya secara mandiri.

2.    Sudah saatnya para petani melepaskan diri dari kaum tengkulak

Tantangan pertama dari seorang petani dan nelayan adalah jeratan dari para tengkulak. Kaum ini adalah mereka yang meraup keuntungan dari hasil keringat para petani dan nelayan dengan mengiming-iming pinjaman jangka panjang. Akibatnya petani dan nelayan tidak berdaya dalam menentukan harga jual mereka. Ini adalah permasalahan serius. Tidak masuk akal jika harga di pasaran dimana harga beras dan ikan melambung tinggi, padahal dari para petani dan nelayan harga beras dan ikan sangat murah. Hasilnya, petani dan nelayan tetap miskin meskipun mereka menghasilkan berton beras dan ikan setiap bulannya.

Sudah saatnya para petani dan nelayan melepaskan diri dari para tengkulak. Petani dan nelayan harus bisa berdiri sendiri dimanapun, sekuat tenaga membangun pola produksi meskipun terasa berat. Sudah saatnya para petani membentuk kekuatan secara bersama-sama dalam basis ekonomi kerakyatan yang mengelola sumberdaya alam bersama-sama untuk meningkatkan perekonomian bersama-sama pula secara merata.

3.    Peran Pemerintah dan Kaum Intelektual Mengedukasi Para Petani

Berbeda dengan Negara maju dimana para petani yang umumnya adalah seorang sarjana. Di negeri kita petani kebanyakan adalah masyarakat biasa yang hanya mengandalkan alam yang subur tetapi tidak bisa mengelolanya dengan baik. Ini adalah tanggung jawab bersama terutama pemerintah untuk mengedukasi petani dan nelayan. Dengan pengetahuan baik diharapkan para petani mampu menyadari akan potensi yang ada pada diri dan alamnya sehingga petani tidak hanya menggarap tetapi bisa memanagemen hasil pertanian sehingga mampu mengangkat ekonomi mereka secara keseluruhan.

Upaya-upaya tersebut memang tidak bisa diterapkan secara instan tetapi perlunya dukungan dari berbagai pihak. Selain pemerintah, dibutuhkan pula para relawan yang mana mereka adalah para intelektual dari berbagai latar pendidikan guna menerapakan berbagai teknik dan pola pikir. Sebab dalam suatu pekerjaan petani membutuhkan berbagai teknik seperti bagaimana menggunakan teknik pengairan, pembibitan, menyediaan atau pembuatan pupuk yang berkualitas, bagaimana mengatasi hama, bagaimana mengolah hasil pertanian, hingga bagaimana memasarkan hasil produknya hingga tidak dijual secara murah. Berbagai teknik tersebut tidak hanya bisa dipercayakan kepada ahli marketing atau ahli managemen tetapi perlu pula dukungan dari para insinyur teknik dalam upaya meningkatkan produksi yang unggul. Dengan demikian, hasil panen bisa dirasakan dan mampu bersaing dengan produk inpor yang terus membanjiri Negara kita.

Desa harus bisa menjadi ciri khas dari negeri kita yakni sebagai bangsa agraris dan maritim. Kekayaan alam bisa kita nikmati sebagaimana yang tercantum dalam konstitusi, jika para petani dan nelayan bisa memanfaatkan sumberdaya alam secara cermat dan professional, sehingga kita tidak terlalu mengandalkan tenaga ahli dari luar negeri, tidak mengandalkan investasi yang sebetulnya merusak dan merugikan bangsa kita sendiri, tetapi yang kita inginkan adalah dimana bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya benar-benar dinikmati oleh rakyat Indonesia. Desa, baik di kawasan pesawahan, hutan, maupun di pesisir kedepannya menjadi basis kekuatan ekonomi di Negara kita ini yang selanjutnya akan mendorong melesatkan sector yang lainnya. Jika urusan pangan telah teratasi yakinlah bangsa kita tidak akan berputar-putar dalam menghadapi permsalahan yang dari tahun ke tahun hanya itu-itu saja, ekonomi dan kemiskinan. Mudah-mudahan dengan majunya para petani dan nelayan, bisa memeratakan pembangunan yang menyeluruh di seluruh nusantara ini.

Mengetahui Jenis Lelang Tender Perusahaan

Mengetahui Jenis Lelang Tender Perusahaan-- Bagi sebuah perusahaan mengetahui jenis lelang tender sangatlah penting, terutama jika anda sebagai pengusaha dan akan mencoba perutungan lewat jalur tender atau lelang. Mengetahui jenis lelang atau tender sangat berguna untuk mengetahui seberapa besar peserta tender dan seberapa besar kemungkinan atau peluang untuk memenangkan tender. Dengan mengetahui jenis lelang tender juga kita akan mengetahui seberapa besar kira-kira kemampuan kita untuk ikut serta dalam tender tentunya hal ini akan berkaitan pula dengan nilai lelang dari jenis tender tersebut.

Oke, supaya kita tidak salah sangka. Lho kok salah sangka? Sebab dulu ada teman saya mengatakan jika ada sebuah perusahaan tiba-tiba menang tender, padahal perusahaannya kecil. Muncul prasangka, kolusilah, korupsi lah. Untuk itu perhatikan dulu jenis lelangnya,  Jangan sampai kita menduga-duga. Misalnya kenapa perusahaan A tiba-tiba dapat order dari suatu dinas karena hal ini bisa saja terjadi, jika kita faham akan jenis-jenis lelang tender tersebut.

Mengetahui Jenis Lelang Tender Perusahaan


1.    Lelang atau tender terbuka

Lelang tender terbuka adalah lelang yang diumumkan secara terbuka. Biasanya diumumkan lewat media cetak. Jika anda sering membaca Koran tentu seringkali kita melihat beberapa kolom lelang yang dipajang di Koran. Itulah contoh lelang terbuka. Lelang terbuka tentu saja dapat diikuti oleh siapa saja yang penting berdomisili di wilayah Negara kita. Nilai lelang jenis ini biasanya di atas 200 juta rupiah. Jika anda mempunyai kemampuan untuk memangkan tender terbuka ada baiknya persiapkan semua ketentuan, kemampuan dan persyaratan. Lengkapi pula dengan sumberdaya yang memadai agar saat dinyatakan menjadi pemenang, tidak ada kendala dalam menjalankan tugas tender tersebut.

2.    Lelang atau tender terbatas

Lelang/tender terbatas adalah lelang yang diikuti oleh peserta lelang secara terbatas. Artinya lelang ini dilakukan dimana peserta lelang (perusahaaan/ vendor) yang telah diketahui oleh suatu instansi diundang untuk mengikuti lelang. Pesarta lelang/tender terbatas biasanya sekitar lima perusahaan. Dengan begitu nantinya kelima perusahaan tersebut akan bertarung untuk memangkan tender. Siapa yang memberikan harga yang termurah dan berkualitas maka itulah pemenangnya. Walaupun lelang terbatas saingannya terbatas pula, tetapi lelang jenis ini cukup susah juga, sebab peserta lelang terbatas adalah mereka yang telah mempunyai relasi dengan instansi tersebut. Artinya semua peserta telah terbiasa melakukan kerjasama dengan dinas pembuka lelang/tender. Semunya mempunyai kemampuan dan keahlian yang sama dalam mengerjakan lelang/tender.

3.    Lelang atau tender pemilihan langsung

Perbedaan Lelang atau tender pemilihan langsung dengan jenis yang lainnya adalah dalam lelang jenis ini peserta lebih sedikit lagi, yaitu sekitar dua perusahaan atau vendor yang akan bertarung dalam memenangkan lelang/tender. Peserta Jenis lelang pemilihan langsung juga sama-sama telah dikenal oleh dinas terkait. Nilai lelang jenis ini lebih sedikit dari lelang terbatas.

4.    Lelang atau tender penunjukan langsung

Yang terakhir adalah lelang/ tender penunjukkan langsung. Lelang ini dilakukan dengan cara menunjuk sebuah perusahaan untuk memenuhi kebutuhan instansi penyedia tender. Tidak ada pesaing, Karen itu nilai dalam penunjukkan langsung relative kecil. Instansi yang biasa melakukan penunjukan langsung misalnya sekolah dalam membeli kebutuhan ATK (Alat Tulis Kantor).

Jika anda berminat, silahkan pilih dan ikuti jenis lelang sesuai dengan kemampuan perusahaan anda. Namun jangan lupa bahwa segala transaksi yang dilakukan haruslah membayar pajak sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku. Karena jika tidak akan menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Itulah beberapa jenis lelang atau tender yang biasa dilakukan oleh sebuah perusahaan.

Manfaat Lelang atau Tender bagi Perusahaan Pemula

Manfaat Lelang Tender bagi Perusahaan Pemula-- Dalam menjalankan usahanya sebuah perusahaan biasanya melakukan berbagai upaya agar neraca penghasilannya senantiasa terus meningkat dari waktu ke waktu. Kunci-kunci pembuka keuntungan umumnya melalui pendapatan dari penjualan secara langsung (retail) dan tidak langsung. Perusahaan retail atau perusahaan yang mengutamakan penjualan secara langsung misalnya dengan menyediakan barang atau jasa dengan langsung menawarkan kepada konsumen. Jenis perusahaan ini bisanya mempunyai outlet, showroom, atau toko. Posisi perusahaan retail pun biasanya berdiri sebagai produsen, distributor, agen, ataupun pengecer.  Namun, dalam praktiknya dalam penjualan tersebut seringkali terkendala dengan kecepatan pendapatan, penyebabnya misalnya banyaknya karywan yang harus digaji, kondisi ekonomi yang tak menentu, daya beli  masyarakat yang kecil menyebabkan perusahaan susah untuk berkembang, bahkan bisa jadi mengalami kebangkrutan. Maka disinilah perlunya suatu penunjang dengan penjualan secara tidak langsung, salah satunya dengan mengikuti tender atau lelang barang dan jasa

Lelang atau tender adalah sistem jual beli yang dilakukan suatu pihak dengan cara mengundang vendor (penjual atau penyedia) untuk mempresentasikan harga dan kualitas yang dibutuhkan. Harga dan kualitas yang terbaiklan, nantinya yang akan menjadi pemenang. Lelang atau sistem tender sangat digemari terutama oleh perusahaan-perusahaan, mengingat jumlah nominal dan durasi kontrak dalam suatu lelang sangat besar dan bervariasi. 

Lalu siapa yang mengadakan lelang atau tender? Sebetulnya siapapun bisa mengadakan suatu lelang, namun umumnya penyedia lelang atau tender adalah pemerintah. Untuk mengadakan suatu lelang (jenis lelang tertentu), maka pihak lelang biasanya akan mengumumkan iklan lelang melalui berbagai media seperti Koran ataupun situs. 

Manfaat Lelang atau Tender bagi perusahaan Pemula


1.    Sistem Lelang atau tender sangat Efektif

Perbedaan penjualan pada umumnya (retail) dengan sistem lelang adalah dari segi keefektifan. Misalnya ada sebuah perusahaan yang akan mengadakan lelang Alat Tulis Kantor (ATK) sebesar 200 juta dengan kontrak satu tahun. Artinya jika perusahaan tersebut memenangkan tender, maka ia akan mendapatkan penjulan barang kepada instansi tersebut sebesar 200 juta setiap bulannya. Nah cukup menggiurkan bukan? Jika sebuah perusahaan mendapatkan tender seperti itu, sepertinya pendapatan perusahaan akan mengalir setiap bulannya. Bandingkan dengan penjualan secara langsung, untuk mendapatkan penjulan dengan nominal tersebut dibutuhkan energy yang sangat besar, kecuali bagi perusahaan yang memang sudah besar dan kuat, memang penjualan dengan nominal seperti itu sudah terbiasa.

2.    Tender Mendidik Tertib Administrasi

Dengan mengikuti tender atau lelang, maka suatu perusahaan diharuskan tertib administrasi, karena sayarat utama dari suatu lelang adalah legalitas perusahaan dan tertib administrasi terutama dalam hal perpajakan. Jika sebuah perusaan ingin membuka kran keuntungan dengan system tender, maka sebaiknya lengkapi dokumen legalitasnya dengan baik seperti akta perusahaan, domisili perusahaan, SIUP, TDP, IUP, NPWP dan lain-lain. Pastikan juga perusaan tersebut untuk selalu membayar dan lapor pajak karena Baik SPT bulanan maupun SPT tahunan selalu dijadikan persyaratan dalam sebuah tender. Jangan harap bisa mengikuti tender jika kita tidak tertib administrasi.

3.    Tender/lelang membuka Wawasan dan pengetahuan

Jika perusahaan kita akan mengikuti tender, maka kita harus siap untuk selalu memuka wawasan dan pengetahuan akan berbagai hal terutama yang berkaitan dengan informasi harga-harga. Untuk mendapatkan harga terbaik dalam suatu tender tentu tak semudah membalikkan telapak tangan. Asumsinya adalah kita akan bersaing dengan perusahaan peserta tender lainnya dengan harga termurah tapi berkualitas. Menentukan harga termurah dan berkualitas tetapi tetap mempunyai margin keuntungan itu adalah sesuatu yang sulit. Caranya adalah pelajari harga pasar, kemudian kita carilah beberapa penyedia barang dan jasa yang sekiranya bisa memberikan harga di bawah standar dengan kualitas terbaik, lalu perkuat komitmen kita dengan relasi tersebut.

Itulah beberapa manfaat lelang atau tender dari suatu barang atau jasa bagi perusahaan. Perusahaan yang maju adalah perusahaan yang selalu membuka pintu-pintu rezeki dan mampu beradaptasi, mampu memanfaatkan peluang untuk bisa mencapai kesuksesan, tentunya dengan cara yang halal, bersih dari upaya tindakan kotor seperti suap dan korupsi.

Tips Sukses Usaha Berbisnis Anak Sekolahan

Berbisnis Anak Sekolahan -- Tidak ada alasan bagi siapapun untuk memulai berbisnis, termasuk pelajar atau anak sekolah. Lihatlah orang Tiongkok, rata-rata berhasil dalam berbisnis karena memang sejak kecil mereka diajarkan bagaimana berbisnis. Keterampilan berbisnis tidak saja muncul secara tiba-tiba, tetapi ada proses dan pembelajaran sehingga menjadikan pebisnis sukses yang handal. Jika anda seorang siswa dan ingin mencoba untuk memulai bisnis, maka keputusan anda benar-benar hebat. Artinya, usia anda yang masih remaja merupakan modal yang sangat besar untuk meraih cita-cita anda. Tidak banyak anak di usia remaja yang telah memikirkan untuk menjadi seorang pebisnis. Memang banyak alasan mengapa kita ingin memulai bisnis: ada yang memang ingin mencoba berbisnis, karena kebutuhan ekonomi, ingin menerapkan ilmu yang dipelajari, dan banyak lagi. Tetapi marilah kita lupakan alasan mengapa anda ingin memulai bisnis sejak remaja. Jika ingin memulainya, mari kita berbicara bagaimana memulai bisnis. 

Berbisnis dengan Tidak Meninggalkan Tugas sebagai Anak Sekolahan


Jika anda telah berniat untuk memulai berbisnis, maka langkah yang harus segera anda lakukan adalah segera memulainya. Memulai bukan berarti langsung berjualan tanpa strategi tetapi memulai bisa dengan mencari dan membuat pertimbangan untuk segera merealisasikan bisnis anda. Yang harus diingat, adalah beradaan anda yang merupakan seorang anak sekolahan. Artinya, secara otomatis anda mempunyai modal pemasaran yaitu lingkungan sekolah. Coba anda renungkan dan pikirkan jika anda menjadi seorang anak sekolahan, apa yang dibutuhkan sebagaimana seorang pelajar sekolah?. Nah, jawaban itu tentu harus diselaraskan dengan kondisi anda, artinya sebagaimana kewajiban seorang pelajar adalah belajar. Jadi tugas anda adalah mencari peluang usaha yang memang tidak mengganggu belajar anda. Belajar adalah kewajiban yang utama, karena saya tidak merekomendasikan untuk berbisnis dengan meninggalkan tugas utama anda seorang pelajar. Mengapa? Sebab ilmu dari sekolah tersebut kelak akan menjadi modal utama untuk tujuan anda apakah menjadi seorang pebisnis ataupun professional lainnya. Tetapi, jika anda adalah seorang pelajar dan juga seorang pebisnis, maka anda adalah seorang yang luar biasa. 

Beberapa Tips Bisnis bagi Anak Sekolahan


Jika anda sulit untuk menentukan bisnis apa yang cocok untuk seorang anak sekolahan, ada baiknya mencoba bisnis berikut ini. 

1.    Menjadi Anak Sekolahan yang Jago Adsense

Adsense google adalah bisnis internet marketing dengan cara menjadi partner google dalam penayangan iklan. Bisnis adsesne sangat cocok bagi anda yang merupakan anak sekolahan. Mengapa? Karena modal utama dalam berbisnis adsense adalah keterampilan anda dalam menulis artikel. Ya istilah kerennya, belajar menulis, sambil mempromosikan, kemudian dapat uang. Alasan lain adsense direkomendasikan karena daya nalar dan daya serapnya seorang pelajar sangat baik dalam menyerap dan mengembangkan ilmu pengetahuan yang dipelajarinya, maka ilmu-ilmu tersebut alangkah baiknya jika diamalkan dengan cara dikaji dan dipublikasikan. 

Lalu bagaimana memulainya? Kata kunci untuk anda pelajari dari bisnis ini adalah Bloger, SEO, dan Adsense. Untuk itu pelajarilah semua teknis tentang ketiga kata kunci tersebut. Anda bisa mencarinya di internet banyak tutorial untuk menjadi pebisnis adsense yang sukses.

2.    Bisnis Arisan Buku di sekolah

Peluang bisnis yang kedua adalah arisan buku. Alasan dari bisnis ini untuk bisa anda pikirkan karena buku adalah kebutuhan anda sebagaimana seorang anak sekolah. Maka dengan berbisnis arisan buku, secara otomatis anda telah menanamkan kepada diri anda dan teman-teman betapa pentingnya sebuah buku. Kita bisa memulainya dengan membuat komunitas seperti komunitas pecinta buku, komunitas penulis remaja, komunitas pebisnis remaja, dan lain-lain. Komunitas tersebut tentu membutuhkan buku panduan, dan diskusi pengembangan dengan berbagai sumber bacaan. Dari peluang itu, anda bisa menjadi seorang pengelola binsis dengan cara arisan buku. Teknisnya sama dengan arisan pada umumnya. Hanya, saat ada pemenang dari arisan tersebut, dia akan memperoleh buku yang dia inginkan.

3.    Bisnis Jual Pulsa untuk teman sekolah

Tips usaha bisnis yang terakhir adalah menjual pulsa. Melihat fenomena zaman saat ini rasanya semua siswa sekolah pasti mempunyai handphon untuk keperluan komunikasinya maka ini menjadi  peluang usaha anda, mengapa? Karena menjual pulsa sangat praktis dan tidak membutuhkan modal yang terlalu besar. Modal anda adalah handphon anda dan sedikit pulsa untuk ditransfer kepada teman anda. Selain itu pemasaran dari jual pulsa dilingkungan sekolah tentunya lebih mudah karena anda tinggal mempromosikan kepada teman anda perihal bisnis anda dengan cara ramah, dan lakukan pendekatan. Dalam hal ini anda harus menjadi seorang siswa yang supel dan pandai bergaul dengan teman-teman anda. Dalam sebuah sekolah umumnya mempunyai 400 siswa dari kelas satu sampai kelas tiga, ini tentu merupakan modal yang sangat bagus karena untuk menjaring konsumen dalam jumlah tersebut jika berbisnis di masyarakat umum tentu sangat sulit. Jadi, pertimbangkan hal tersebut.

Itulah beberapa Tips Usaha Berbisnis ala Anak Sekolahan yang bisa anda lakukan dengan prinsip tidak mengganggu sekolah anda sebagai mana kewajiban seorang pelajar yaitu menuntut ilmu. Semoga artikel ini menjadi inspirasi bisnis.