Tips Membuka Usaha Penerbitan buku Indie

Tips Membuka Usaha Penerbitan buku Indie-- Penerbitan atau publisher adalah sebuah perusahaan yang mempunyai kegiatan untuk menerbitkan buku dari para penulis yang profesional. Buku-buku tersebut kemudian dipajang di berbagai toko buku, baik yang modern maupun tradisional. Jauh sebelum sebuah buku dicetak dan diterbitkan, proses penerbitan diawali dengan tulisan naskah buku itu sendiri. Para penulis biasanya adalah mereka yang mempunyai keahlian dalam bidang tertentu seperti computer, sains, fiksi dan lain-lain. Setelah buku tersebut selesai diketik selanjutnya diajukan kepada penerbit. Masa pengajuan inilah bagi penulis termasuk dalam masa HHC (harap harap cemas) karena jika tidak sesuai dengan kebijakan sebuah perusahaan penerbitan, naskah yang diketik berbulan-bulan bisa saja dikembalikan. Hal tersebut memang dimengerti, sebab sebuah perusahaan pastinya menginginkan keuntungan yang besar, dan salah satunya dengan menerbitkan buku yang benar-benar berkualitas dan dibutuhkan oleh pembaca. 


Mengingat ketatnya proses filter dari sebuah perusahaan, saat ini muncullah penerbit indie. Memang, latar belakang dari penerbit indie secara umum bervariasi. Bisa akibat jenuh dengan sistem penerbitan yang cenderung lama memberikan kepastian kepada penulis apakah bukunya diterbitkan atau tidak. Ada juga yang memang ingin mencoba peruntungan membuat penerbitan kecil-kecilan dengan maksud menerbitkannya sendiri.

Penerbit Indie biasanya menerapkan system POD (Print on Demant) yaitu sistem pencetakan dengan cara menggunakan printer tidak menggunakan mesin cetak offset. Hal itu dilakukan guna menyesuaikan dengan budget yang ada. Bagaimana kualitas dari penerbit indie? Hasilnya sama saja dengan kualitas cetakan penerbit yang umum. Bahkan bisa saja lebih bagus, mengingat mereka menggunakan mesin printer, umumnya jenis laser. Hanya kelemahannya adalah biaya cetak yang cenderung mahal, jadi jangan kaget jika anda membeli buku dari penerbit indie harganya lebih tinggi dari penerbit biasa.

Apakah penerbit indie bisa sukses? Ya. Dalam hal kesuksesan berbisnis, tidak ada hubungannya antara penerbit indie dengan Penerbit umum. Kuncinya adalah seberapa bagus kualitas buku kita dan seberapa kuat baik kita bisa memasarkan buku tersebut. (Jangan lupa banyak yang kaya lho dari menulis. Baca: Dari Karya, Menjadi Investasi Royalti).

Penerbit indie bisa saja mengalahakan penerbit umum, dan penerbit indie bisa juga suatu saat berkembang menjadi perusahaan penerbitan pada umumnya yang mencetak sebuah buku dalam ribuan eksemplar. Perbedaan penerbit indie dan penerbit umum biasanya hanya pada jumlah cetakan saja. Anda tertarik untuk membuka bisnis penerbit indi? Jika anda ingin mencoba peruntungan dalam bisnis buku dalam format indie, ada baiknya memerhatikan beberapa langkah berikut.

Berikut Tips Membuka Usaha Penerbitan buku Indie


1.    Membeli Perlatan Penerbitan

Kebutuahan utama penerbitan sebuah buku adalah mesin cetak, mesin jilid, mesin laminasi dan mesin pengemas atau plastik shrink, dan mesin pemotong. Maka langkah utamanya adalah mencari alat-alat tersebut yang sekiranya bisa dengan mengeluarkan dana yang relative lebih murah. Maka mesin cetak akan diganti dengan mesin printer, kecuali untuk cover  digunakan mesin offset sedang. (baca: Memulai Bisnis Percetakan Dengan Benar), mesin jilid yang besar diganti dengan mesin jilid kecil semi manual, mesin laminasi dan alat shrink (diberikan kepada jasa pembuat laminasi), mesin pemotong juga diganti dengan yang manual dengan kekuatan potong satu rim kertas. 

Langkah pertama setelah yakin akan membuat penerbit buku indie adalah membeli peralatan percetakan seperti printer, alat jilid, alat pengemas dan lain-lain. Saya asumsikan anda telah mempunyai seperangkat komputer dan telah mempunyai naskah file yang siap cetak, jadi untuk yang satu ini tidak akan dibahas secara rinci. (Baca Juga: Strategi Membuka Usaha Photocopy)

Untuk mesin printer, belilah mesin printer jenis laser tujuannya agar kualitas cetakan sangat baik. Ada berbagai jenis merek mesin printer yang bisa anda pilih di toko-toko pusat elektronik. Setelah anda mempunyai printer jangan lupa juga untuk mempelajari bagaimana cara mengisi ulang printer, sebab anda harus jika menggunakan jasa refile akan menaikkan biaya produksi yang berakibat naiknya harga jual.

Selain mesin printer anda juga bisa membeli mesin jilid semi manual yang harganya cukup terjangkau jika dibandingkan dengan mesin jilid yang biasa digunakan di percetakan. Mesin tersebut cukup handal dan mudah pengoperasiannya. Mesin-mesin jilid ini biasanya digunakan juga di tempat fotocopi yang cukup besar. Pembelian mesin jilid biasanya sepaket dengan lem panas atau lem padat sebagai bahan baku dalam menjilid.

2.    Buat Akta Penerbit indie Anda

Langkah selanjutnya yaitu dengan membuat akta perusahaan (akta saja, jika anda tidak punya biaya). Mengapa harus membuat akta? Sebab akta ini berguna agar buku kita tercatat di perpusakaan nasional. Tujuan utama dari pembuatan akta adalah ISBN (International Serial Book Number). Akta pendirian dibuat dengan menghubungi notaris, anda hanya menyediakan persyaratan pembuatan akta selanjutnya notarislah yang akan menguruskannya menjadi sebuah dokumen resmi yang telah ditandatangani oleh pengadilan negeri.

3.    Buat ISBN Buku di Perpustakaan Nasional

Apabila telah mendapatkan akta perusahaan, langkah selanjutnya yaitu membuat ISBN. Mengapa harus membuat ISBN? ISBN  sebagai bukti sah bahwa anda adalah pemilik cipta penerbitan judul buku. Jadi apabila dikemudian hari muncul pembajakan terhadap buku kita, ISBN bisa menjadi bukti di pengadilan. Selain itu juga ISBN termasuk syarat dalam pemasaran untuk bisa masuk ke toko-toko buku. Buku yang mempunyai ISBN cenderung dipercaya daripada buku yang tanpa ISBN, walaupun sebenarnya pembeli jarang mempermasalahkan adanya ISBN.

Agar sebuah buku mempunyai ISBN, maka kita harus melampirkan bagian yang menyatakan bahwa buku tersebut memang siap cetak, seperti halaman cover depan dari buku, Halaman Cover dalam, Katalog dalam Terbitan, Kata pengatar, daftar isi. Kita bisa mengajukan ISBN secara langsung maupun secara online.

4.    Cetak Buku Sesuai Pasar yang dikuasai

Ciri khas dari penerbit buku indie adalah mencetak sesuai kebutuhan atau POD. Kelebihan dari cetak buku ini adalah bisa meminimalisir stok buku jika penjualan kurang bagus. Jadi, penerbit hanya akan mencetak jika sudah jelas dari permintaan pasar baik secara online maupun offline. Penerbit indie biasanya lebih berhati-hati dalam mencetak buku, untuk menghindari kerugian yang lebih besar.

5.    Buat Toko online

Penerbit Indie umumnya dipasarkan secara online baik berupa toko buku online, maupun menawarkan melalui teman di media social, tweeter dan ataupun forum-forum. Pemasaran penerbit indie memang dibutuhkan kerja keras karena prinsipnya kita mengawarkan dari mulut ke mulut walaupun secara online.

6.    Hubungi Distributor Buku

Selain penjualan secara online jika anda jeli maka sebetulnya banyak juga distributor yang bisa membantu dalam menjualkan buku dari penerbit indie dengan jumlah yang sedikit. Maka dari itu, lakukan pendekatan dengan beebrapa penerbit dan lalukuan negosisasi agar mereka mau membantu dalam memasarkan dengan jumlah yang sedikit. Kelemahan penjualan dengan menggunakan distributor adalah mereka biasanya meminta diskon yang cukup besar, tetapi kelebihannya buku kita bisa masuk ke toko-toko modern, dan hal itu tentu saja sangat baik untuk branding buku kita agar nama penerbit indie kita lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Demikian Tips Membuka Usaha Penerbit buku Indie mudah-mudahan bisa menjadi inspirasi bagi anda yang senang dalam dunia tulis, menulis. Kita harus ingat bahwa pebisnis besar biasanya lahir dari kecil. Maka kita pun tidak perlu berkecil hati, selama ada ide dan keyakinan yakinkan pada diri kita bahwa suatu saat kita akan berhasil.

3 comments:

  1. terimakasih atas info nya , sangat membantu sekali.

    ReplyDelete
  2. Info ttg akta pendirian baru sy ketahui dari artikel ini. sgt membantu. Websitenya no spam. Hebaaat. Trims mas Ivan.

    ReplyDelete