Rezeki itu Sebenarnya “Bertebaran”

Catatan Kecil Penulis

Dalam berwirausaha terdapat dua poin yang selalu diperhatikan oleh pelaku bisnis, yaitu memulai dan mengembangakan. Dua poin sakti itu menurut saya begitu istimewa mengingat begitu banyak misteri yang perlu dikaji dan dipraktikkan. Jauh sebelum ada kata “memulai” tentu ada kata “mencari” dengan berbagai pertimbangan yang masak, sebab hasil pencarian itulah yang akan kita jadikan pondasi dalam membuat sebuah keputusan bisnis yang akan kita jalani. 

Apakah mudah melaksanakan kata “mencari hingga memulai” dari rencana bisnis kita? Saya sendiri masih ragu untuk mengatakan dengan pasti akan jawaban itu. Tetapi ada satu hal yang menarik, dan ini sebenarnya yang ingin share kepada anda akan ucapan teman saya suatu waktu saat ia berkunjung ke rumah saya. 

Pernyataan teman saya: “rezeki itu sebenarnya bertebaran, jika kita bisa melihatnya”. Walaupun perkataan itu diucapkan dalam nada yang santai, tapi entah kenapa membuat saya terhenyak, apa benar rezeki itu bertebaran? Mengingat saat ini suasana sangat serba sulit, PHK dimana-mana, sementara harga-harga terus merangkak. Apa yang menyebabkan ia bisa berbicara seperti itu, tentu saya terkesan karena secara kasat mata teman saya telah membuktikan dirinya mampu berbicara demikian. 
Rezeki itu Sebenarnya Bertebaran

Mungkinkah pemikiran seperti ini yang membedakan seorang wirausahawan dengan yang lainnya. Kata “Bertebaran” menjadi sebuah kata kunci setidaknya di pikiran saya. Jika kita sambungkan kondisi yang terjadi di lapangan apa sebenarnya yang membedakan orang yang sukses dengan orang yang gagal? (dalam hal usaha tentunya). Kadang ada orang yang dalam menjalankan usahanya itu “bertangan dingin” apapun yang ia jual akan serba laku, apapun usaha yang ia lakoni senantiasa lancar. Tapi kadang saya pun melihat beberapa orang yang ingin berusaha mati-matian tetapi tetap G&G (Gagal dan Gagal), termasuk saya sendiri. 

Pengamatan saya, akhirnya terhentak saat saya mendengarkan pernyataan teman saya itu. Mungkin saatnya kita berpikir tidak hanya sebatas menggunakan logika saja, dan mungkin kata “bertebaran” itu menunjukkan berbagai usaha yang sebenarnya jauh lebih dari sekedar mengamati, tetapi saya yakin ada banyak berpuluh-puluh cara yang ditempuh termasuk meminta restu dari orang tua, shalat duha, shalat malam dan lain-lain sehingga tuhan menebarkan rezekinya bagi hambanya yang mempunyai kacamata hati dan pikiran.

Saya yakin orang yang sukses dalam mengembangkan bisnis bukanlah orang yang kebetulan tetapi adalah mereka yang jauh lebih menggali dan mempraktikkan berkali-kali dari kegagalannya. Saya yakin orang yang berhasil itu adalah mereka yang tidak hanya mengandalkan modal dan usaha lahirian saja, tetapi ada tangan-tangan tuhan yang membantu melewati doa yang ia kerjakan sepanjang waktu, ada kekuatan yang sangat dahsyat dari restu orang tua yang tidak kita ketahui oleh anaknya. Ada dorongan dari seorang istri yang selalu setia membukakan pintu tatkala kita pulang mencari rejeki dengan peluh bercucuran.
***

No comments:

Post a Comment