Meningkatkan Bisnis dengan Mempelajari jalur Distribusi

Meningkatkan Bisnis dengan Mempelajari Jalur Distribusi--  Postingan kali ini sedikit mengulas tentang bagaimana upaya meningkatkan sebuah perusahaan melalui jalur distribusi. Distribusi merupakan bagian penting dalam upaya pengembangan sebuah perusahaan. Distribusi tidak hanya dibutuhkan oleh perusahaan besar, perusahaan baru pun diharuskan mengatahui alur distribusi. 

Sebagaimana definisi distribusi adalah upaya untuk menyalurkan barang dari produsen kepada konsumen, tetapi tentu tidak hanya kepada konsumen tetapi kepada seluruh kepentingan perusahaan, seperti distributor dan agen. 

Meningkatkan Bisnis dengan Mengetahui jalur Distribusi

Distribusi melibatkan berbagai elemen dari mulai marketing, admin, bagian gudang, dan lain-lain. Menangani sistem distribusi diperlukan kecermatan yang baik supaya tidak menimbulkan masalah dikemudian hari. Proses awal, misalnya termasuk hal yang harus diperhatikan mengingat proses ini membutuhkan ketelitian dari sebuah alur administrasi agar semua pihak dapat mempertanggungjawabkan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Seorang kepala gudang misalnya tidak akan mengeluarkan barang, jika tidak ada surat perintah dari direktur dan admin. Jadi barang yang keluar harus sepengetahuan dari direktur, hal ini berupaya untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kasus penggelapan. Artinya setiap pesanan yang diperoleh dari admin akan masuk terlebih dahulu ke direktur sebelum dieksekusi oleh kepala gudang. 

Jika proses awal sesuai dengan prosedur, maka proses selanjutnya tentu akan menjadi semakin mudah. Distribusi perlu dipelajari dengan sebaik-baiknya terutama bagi perusahaan yang mempunyai kepentingan langsung dengan  distribusi. Salah perhitungan dari kurangnya mengetahui alur distribusi bisa menyebabkan kerugian yang sangat besar perusahaan. 

Marilah kita fahmi sebuah kasus berikut: Ada sebuah perusahaan yang tidak mengetahui jasa ekspedisi yang terpercaya ia menyerahkan jasa pengiriman barang kepada jasa ekspedisi baru dengan alur pengiriman ke luar pulau jawa menggunakan angkutan tronton. Tujuan utama adalah pengiriman barang untuk kebutuhan tender, tentunya setelah ia memenangkan tender dari dinas tertentu. Namun di tengah perjalanan, perusahaan tersebut tidak mendapat kabar proses pengiriman tersebut, posisi mobil dimana, bagaimana kabar sang sopir. Ini tentu sangat mengkhawatirkan semua pihak, terutama perusahaan. Bagaimana tidak, jika terjadi keterlambatan pengiriman, maka perusahaan mendapatkan denda dari instansi tersebut sebagaimana persetujuan dari draf lelang. Usut punya usut, ternyata sang sopir merasa kecewa dengan bos jasa ekspedisi karena masalah penggajian, dan mobil pengiriman barang disimpan di pegunungan sebagai bentuk protesnya. Sehingga dengan segenap rayu dan janji pihak jasa ekspedisi pun menyanggupi tuntutan sang sopir sehingga ia pun melanjutkan perjalanannya.

Dari kasus di atas jelaslah bahwa kita harus mengetahui dan menilai guna bekerja sama dengan perusahaan yang mempunyai kredibilitas, baik oleh karyawannya sendiri maupun oleh pihak luar.

Itulah sedikit kasus yang berkaitan dengan distribusi barang. Intinya adalah semua prosedur dan pemahaman kita akan berbagai elemen yang menyangkut distribusi harus benar-benar kita fahami guna meningkatkan perusahaan kita.

No comments:

Post a Comment