Investasi Dahsyat dari Memelihara Domba

Sobat bibisnis, salah satu cara agar mendapatkan pendapatan, adalah dengan membuka pintu rejeki sebanyak-banyaknya. Mungkin anda adalah seorang pegawai dengan gaji yang sangat tinggi, tetapi tingginya penghasilan akan dibarengi pula dengan tingginya kebutuhan atau gaya hidup sehingga orang cenderung merasa kurang. Untuk itu diperlukan beberapa pendamping sumber penghasilan salah satunya yaitu dengan investasi. Seperti judul yang saya tulis di atas, kali ini saya akan membahas tentang investasi dari memelihara domba.

Siapapun tahu jenis hewan yang satu ini, ya domba. Tetapi tahukah anda bahwa investasi memelihara domba adalah salah satu investasi yang sangat menjanjikan,  asal tahu caranya.  Apakah anda harus menjadi gembala? Tidak. Apakah tubuh anda akan menjadi bau domba? Juga tidak hehe… 

Untuk itu, saya akan menceritakan pengalaman adik saya tentang investasi: Suatu waktu, saya dan adik saya pulang kampung, biasalah menjelang liburan panjang untuk sekedar kangen sama ibu. Seperti biasa, saya dan adik bercengkrama di ruang tamu sambil memperhatikan orang yang lalu-lalang ke sawah, maklum rumahnya dekat sawah. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat ada seorang yang sedang menuntun domba. Maka secara reflek adik saya berkata “Mang mau dibawa kemana dombanya?” sambil tersenyum si Mang yang dipanggil menjawab, ”ke Pasar, biasa mau saya jual, buat keperluan anak saya sekolah”. Adik saya kemudian menawarkan diri untuk membelinya tentunya dengan harga murah, dan si Mang tadi dipersilakan membawa dombanya kembali untuk dipelihara bersama. Domba tersebut milik adik saya, dan sekarang diurus oleh si Mang tadi, dan tentu nanti kesepakatannya hasilnya dibagi dua. Saya perhatikan apa yang adik saya lakukan.

Singkat kata setelah beberapa tahun ke depan, saya dan adik pun pulang kembali ke kampung halaman. Saat datang, ibu saya mengabarkan bahwa domba adik saya itu telah beranak, jumlahnya 4. Adik saya tentu senang sekali, diapun mengajak saya untuk menghampiri Mang pemelihara domba tadi. Sambil hiking saya dan adik saya mendaki gunung, maklum tempatnya di lereng gunung. Perjalanan kami cukup melelahkan, dibutuhkan waktu satu jam untuk sampai ke sana. Tapi kami sangat senang karenan udara dan pemandangan dari atas sana sangat indah. Kami pun bertemu dan dipersilakan oleh si Mang untuk ngobrol sejenak di rumahnya, ya seputar kabar masing-masing hingga akhirnya si Mang tersebut mengabarkan perihal telah beranaknya domba adik saya. Kami bertiga pun menuju kandang domba tersebut. 

Dan ternyata di kandang tersebut ada 5 domba, satu induk dan 4 anaknya yang lucu-lucu. Bulunya putih dengan hitam. Saya melihat kebahagiaan adik saya terutama saat melihat domba tersebut sehat-sehat. Betapa tidak, doma-domba tersebut hampir saja lupa karena aktivitas di kota, dan ternyata kini malah bertambah lagi. Sesuai dengan kesepakatan, anak domba tersebut dibagi dua. Dua untuk si Mang, dan dua lagi untuk adik saya ditambah induknya jadi tiga.  


Sebelum adik saya pergi meninggalkan tempat tersebut, tiba-tiba adik saya berujar, “Mang, hasil domba itu biar saya satu saja, yang satunya saya titip untuk disedekahkan saja untuk pembangunan masjid”. Adik saya berujar denga mata yang berbinar-binar. 

Mendengar kata itu saya sangat terharu, betapa tidak. Strategi Investasi yang adik saya lakukan benar-benar dahsyat. Bagaimana tidak dia mempunyai untung dan dapat bersedekah pula. Artinya dia tidak hanya mempunyai keuntungan di dunia saja, tetapi tidak melupakan akan persiapan di akhirat.

Hikmah Investasi

Dari cerita itu, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa investasi dengan memelihara domba termasuk bisnis yang sangat menjanjikan setidaknya untuk saya dan adik saya dan mungkin untuk anda. Tetapi, apakah melakukan investasi semacam itu perlu kehati-hatian? Jawabannya Tentu. Kuci sukses dari investasi seperti tadi adalah kita harus bisa menemukan orang yang amanah, sebab jauh sebelum itu saya pernah berinvestasi seperti itu, tetapi gagal gara-gara orang yang saya amanati tidak amanah. Nah tips dari saya adalah carilah orang untuk investasi tersebut, yaitu orang yang beragama dan tahu akan aturana agama. Karena pengetahuan agamanya akan membimbing si pemberi amanah untuk menjalankan investasi yang kita tanamkan.

No comments:

Post a Comment