Home Industri VS Pabrikan

Dalam sebuah perusahaan, dikenal dengan dua blok yaitu perusahaan besar (pabrikan) dan perusahan menengah atau kecil yang biasa disebut (home industry). Secara umum kedua perusahaan ini tampak sama, namun bagi pelaku binisnya jelaslah memiliki perbedaan dari beberapa segi. Tujuan utama dari pebisnis adalah bagaimana ia menjadi perusahaan besar, meskipun banyak pula home industry yang merupakan perusahaan besar. Yang saya akan jelaskan di sini adalah home industry yang mengarah kepada perusahaan pabrikan atau sekala besar. 
Home Industri VS Pabrikan

Maka saya ingin sedikit memperikan penjelasan mudah-mudahan memberi manfaat terutama bagi pelaku bisnis.

Konsep

Secara umum kategori home industry adalah perusahaan yang masih menggunakan tenaga rumahan tetapi mempunyai keuletan tersendiri untuk tetap bertahan di pasaran. Semua pebisnis yang tidak memiliki modal besar pasti mengalami pekerjaan sebagai home industry, dimana untuk bisa bersaing dengan perusahaan besar maka ia harus benar-benar memutar otak, membuat konsep yang menarik, dan dituntut untuk senantiasa kreatif dengan sumberdaya seadanya. Tengoklah para distro pakaian umumnya mereka adalah home industry tetapi ia bisa bersaing dengan perusahaan besar, bahkan bisa mengalahkan perusahaan besar tentunya dengan konsep yang unik dan menarik. Salah satu konsep dari home industry adalah limited edition. 

Konsep limited edition tentu ada kelemahan dan kelebihan. Kelebihannya akan menjadi ketertarikan tersendiri bagi konsumen. Tetapi sisi lainnya adalah biaya produksi yang besar dan menyebabkan harga menjadi tinggi daripada pabrikan. Dalam hal ini sang pebisnis harus kreatif dan inovatif menggemborkan konsep, jika tidak maka sebagaimana kebiasaan masyarakat yang selalu membeli dengan harga yang murah.

Teknis

Di perusahaan parbrikan semua divisi biasanya telah siap sesuai dengan fungsinya masing, mulai dari administrasi, produksi dan distribusi. Dengan jumlah karyawan yang banyak dan didukung oleh mesin yang canggih akan menjadikan produksi barang berjalan cepat dan rapi. Proses dari awal sampai distribusi dikerjakan dengan cepat pula. Namun apakah ada kelemahan? Jelas, perusahaan yang besar dengan jumlah karyawan yang ribuan tentu membutuhkan biaya yang sangat besar pula, misalnya untuk penggajian. Jika penjualan barang di pasaran kurang cepat maka dapat dipastikan perusahaan akan cepat gulung tikar.

Sebaliknya di kalangan home industry, mengingat teknis yang dikerjakan cukup lambat, maka untuk sampai tahap distibusi dan penjulan tentu memakan waktu yang cukup lama. Tetapi kelebihannya adalah biaya karyawan yang tidak terlalu besar. Namun tetap produk home industry juga memerlukan penjualan yang cepat, sebab jumlah karyawan yang sedikit juga biasanya mengindikasikan jumlah modal yang tidak terlalu besar. 

Penjualan

Saya tidak menyebut pemasaran tetapi penjualan. Karena konsep yang ketiga ini adalah arena dalam ajang pertarungan produk home industry dan pabrikan. Inti dari sebuah perusahaan adalah menjual barang sebanyak-banyaknya dan mendapatkan keuntungan sebesar-sebesarnya pula. Jika semua produk telah berada dipasaran, maka konsep home industry dan pabrikan akan beradu. Siapa yang menang? Tidak ada yang tahu, bisa jadi home industry, bisa pula pabrikan. Intinya semuanya dikembalikan kepada pembeli, karena pembeli adalah raja maka dialah yang pemegang keputusan.
Demikian tulisan ini saya buat dengan maksud tidak membeda-bedakan jenis perusahaan karena sebetulkan semua usaha yang kita kerjakan intinya adalah tergantung dari pembeli. Kita tidak perlu minder dengan brand perusahaan besar atau pabrikan jika perusahaan kita home industry. Semangat bisnis harus selalu ada karena semua yang kita kerjakan adalah hasil dari sebuah kerja keras. Dan saya yakin modal bukanlah jaminan yang utama. Perusahaan besar yang berdiri kokok adalah perusahaan yang mempunya konsep yang kuat dan saya yakin mereka juga tumbuh dari kecil dan mungkin dari konsep home industry pula. 

Saya bangga kepada perusahaan besar yang telah kokoh dan saya juga bangga kepada para home industry yang mempunyai tekad yang kuat, ulet untuk bisa bertahan hingga berkembang untuk menjadi perusahaan yang besar. Saya bangga karena inti dari sebuah semangat pengusaha adalah mental baja dan siap dalam semua persaingan yang ada dan sampai saat ini pun penulis masih bersemangat berbuat untuk tetap bertahan dalam proses produksi dengan pola home industry.

No comments:

Post a Comment