Dampak Ekonomi Dihentikannya Sepakbola di Tanah Air

Dampak Dihentikannya Sepakbola di Tanah Air Secara Ekonomi-- Sepakbola adalah salah satu olahraga yang sangat digemari di tanah air ini, termasuk saya. Sejak kecil saya sangat menyukai olahraga ini, ya walaupun hanya sekedar main di lapangan kosong atau saat areal pesawahan kering karena kemarau. Di kampung, sepakbola sebetulnya tidak hanya bertujuan olahraga saja, tetapi lebih pada pergaulan dan arena bermain, meskipun tidak menutup kemungkinan dari kampunglah banyak ditemukan bibit-bibit pemain sepakbola berbakat dan berkualitas sehingga menjadi pemain profesional. Nah karena kegemaran itulah, sampai saat ini saya (bisa jadi anda pula) sangat menyukai pertandingan sepakbola walaupun kini hanya menyukai sebatas penonton saja. Menonton sepakbola bagi saya ada kesenangan tersendiri. Ada ketegangan saat tim kesayangan kita ditekan lawan, ada kesedihan saat tim kita dikalahkan lawan, dan tentunya ada kegembiraan tersediri saat klub kesayangan kita memenangkan pertandingan. 

Pecinta bola memang menjangkau semua lapisan kalangan, tua, muda, kaya, miskin semua suka bola. Namun masyarakat bola saat ini sedang dirundung duka. Bagaimana tidak, sepakbola di tanah air telah dibekukan. Apa sebabnya? Saya sendiri pun tidak tahu secara detail, yang pasti saat ini kita tidak bisa menikmati pertandingan sepakbola, entah sampai kapan. Apakah ada dampak dari diberhentikannya pertandingan sepakbola di negeri kita? Jawabannya sangat berdampak, bahkan bisa disebut dampaknya sangat dahsyat. Untuk itu marilah kita cermati, apa sebenarnya dampak dari diberhentikannya sepakbola di Negara kita.

Dampak ekonomi dihentikannya sepakbola di tanah Air


1.    Berdampak ekonomi bagi pemain sepakbola itu sendiri

Yang petama merasakan dampak dari dihentikannya sepakbola adalah para pemain itu sendiri. Bagaimana tidak, bagi mereka sepakbola adalah ruh dari kehidupan dan sumber penghasilan bagi diri dan keluarganya. Jika lahan penghasilan mereka ditutup maka mereka pun kini mempunyai masalah perekonomian kehidupannya. Saya sendiri sebagai pedagang, merasakan bagaimana jika lapak atau toko tempat usaha saya tiba-tiba digusur dengan alasan yang tidak jelas. Pastinya akan merasa jengkel dan mungkin frustasi. Ini jelas membuat keprihatinan semua kalanganan, dan perlunya upaya-upaya yang bijak dari pihak yang bersangkutan agar semua permasalahan diselesaikan dengan cara dan solusi yang tepat. Supaya sepakbola kita mengalami kemajuan, tidak menciptakan trauma bagi pemaian, karena tidak menutup kemungkinan dengan adanya kondisi yang seperti ini dikhawatirkan akan punahnya regenerasi sepakbola di tanah air. Tidak menutup kemungkinan anak yang awalnya mempunyai cita-cita ingin menjadi pemain sepakbola menjadi enggan. Jika terjadi hal demikian, ini sudah menjadi budaya yang bahaya.

2.    Dampak sepakbola dihentikan bagi pengurus

Dampak dari dihentikannya sepakbola bagi pengurus tentu akan sangat terasa sekali, mengapa? Dengan dihentikannya sepakbola, maka semua pertandingan sepakbola berarti illegal karena tidak direstui oleh pemerintah, secara otomatis pihak pengaman pun tidak bisa mengawal jalannya pertandingan. Jika tidak dikawal oleh aparat maka pertandingan jelas tidak bisa dilakukan karena beresiko terjadinya kerusuhan. 

Namun, dampak yang paling terasa dari dihentikannya sepakbola adalah tidak bisa dilakukan pengaturan organisasi sepakbola dengan baik. Kegiatan tersebut meliputi tidak bisa membuat schedule pencarian bakat, pembinaan kualitas pemain, pemantapan permaian, schedule pertandingan baik di dalam negeri maupun ke luar negeri. Semua kegiatan otomatis terhenti, jika berhenti karena aktivitas liburan yang terlalu panjang bisa menurunkan kualitas, apalagi dihentikan secara total. Ini bisa menumpulkan kualitas para pemain dan untuk mengembalikan kepada performa yang dahulu itu sangat sulit, apalagi untuk meningkatkan kualitas dari yang sudah ada. Dengan dihentikannya pertandingan sepakbola, maka kedepannya tugas dari pengurus akan memikul beban berkali lipat. 

c.  Dampak ekonomi dihentikannya sepakbola bagi sponsor, pebisnis, dan penonton

Sebenarnya sangat banyak dampak yang akan diterima dari dihentikannya sepakbola tidak hanya bagi pemain dan pengurus, tetapi banyak pihak yang merasa dirugikan yaitu, sponsor, pebisnis, penonton karena dari merekalah sumber-sumber dana terkumpul, salah satunya misalnya suntikan dari para sponsor. Para sponsor adalah mereka yang memberikan dana dengan cara mempromosikan produk mereka baik melalui kaos, spanduk, banner dan lain-lain. Mereka tidak ragu untuk menggelontorkan dana karena system keuntaungan timbal balik. Dengan menjadi sponsor pertandingan atau suatu klub sepakbola, maka produk mereka akan lebih dikenal luas dan tentunya akan menghasilkan keuntungan dari penjualan produknya. Jika terus-terusan dihentikan dan tidak ada solusi, dikhawatirkan para sponsor tersebut tidak mau lagi menjadi partner bisnis, ada kemungkinan para pebisnis tersebut mengalihkan sponsornya kepada yang lain. Selain sponsor, ada berbagai pebisnis lainnya yang menumpang rezeki dari pertandingan sepakbola seperti tukang kaos, tukang sablon, tukang aksesoris, tukang makanan dan minuman dan semua elemen yang menggantungkan hidupnya pada pertandingan sepakbola. Belum lagi perusahaan media olahraga spesialis sepakbola, pastinya akan menjadi sepi pemberitaan. Jika demikian, pendapatan pun pasti berkurang, bahkan bisa jadi merosot dan akhirnya tutup. Fenomena tersebut  jelas mematikan usaha berbagai sektor baik itu pebisnis besar, maupun usahawan kecil. Maka jangan aneh jika saat ini, banyak perusahaan yang gulung tikar. Lalu bagaimana dengan penonton? Bagi penonton, jelas akan kehilangan gairan dalam mencintai sepakbola, loyalitas pada sepakbola bisa saja menjadi tak acuh dan apatis. 

Semoga dunia persepakbolaan di tanah air ini kembali berjalan dengan baik. Semoga sepakbola terus dicintai penggemarnya, mengukirkan prestasi, menjadi kebanggaan bangsa dan semoga sepakbola masih ada di dada kita.

No comments:

Post a Comment