Memulai Bisnis Percetakan dengan Benar

Hallo bibisnis…

Memulai Bisnis percetakan dengan Benar--Kali ini Bibisnis akan membahas tentang bisnis percetakan. Bagi sobat yang senang dunia cetak mencetak mudah-mudahan ini menjadi inspirasi dalam mengembangkan atau memulai bisnis sobat. Langkah memulai bisnis pun haruslah benar-benar dikuasai agar hasilnya pun maksimal, termasuk dalam bisnis percetakan. 
  
Sejak bertahun-tahun yang lalu di Indonesia bisnis percetakan memang cukup menggiurkan, tangguh umurnya, bahkan hingga sekarang. Padahal dalam beberapa tahun terakhir banyak serbuan dari dunia digital, seperti file ebook yang memudahkan kita membaca tanpa membeli buku. Tapi jangan khawatir, sampai saat ini dunia cetak mampu berdiri dengan kokohnya. Tengoklah misalnya beberapa murid sekolah, mahasiswa, guru, atau pengguna ebook. Jika kita mensurveinya: Lebih puas mana membaca buku dengan menggunakan ebook dan buku hasil cetakan? Mereka lebih memilih membaca buku. Alasannya karena praktis, tidak menimbulkan lelah dimata, lebih sehat dan lain-lain. Itulah salah satu kekuatan dari hasil cetakan. Belum lagi produk cetakan itu sangat banyak tidak hanya sebatas buku doang. 
Jika kita bertanya Bisnis cetakan itu apa saja sih? Jawabannya banyak. Karena segala hal yang menggunakan cetakan bisa disebut produk percetakan. Misalnya sobat membuat cokelat dan dicetak, itu juga termasuk percetakan, hehe…

Tapi lebih pastinya, beberapa produk yang terkenal dari produk cetakan khususnya di Indonesia berdasarkan media cetakannya misalnya cetakan dengan media kertas (Undangan, brosur, buku dll), cetakan media kain (gambar pada pakaian, kaos dll), dan cetakan media plastik (misalnya desain yang ada kantung kresek).

Nah sobat bibisnis, mengingat produk cetakan itu begitu beragam, maka kali ini yang akan Bibisnis bahas adalah memulai bisnis percetakan dengan produk media kertas.

1.    Bagaimana mengawali bisnis percetakan?

Mengawali bisnis percetakan memang gampang-gampang susah. Karena tidak semua orang menguasai sektor-sektor penting dalam bisnis ini. Mengapa demikian? Karena bisnis percetakan erat kaitannya dengan keterampilan akan desain grafis. Jadi Sobat dituntut untuk menguasai atau mengetahui berbagai software grafis. 

Namun jangan patah semangat, jika Sobat tidak menguasai desain grafis jangan khawatir masih banyak jalan menuju Roma. Yang terpenting sobat cukup cerdas dalam mengatur strategi. Maka jika Sobat akan memulai bisnis ini tak perlu khawatir karena sebetulnya bisnis ini dapat kita kembangkan dari tiga tahap. Sobat mau memilih yang mana tergantung kemampuan.

Untuk mengawali memulai bisnis percetakan Bibisnis akan membagi berdasarkan modal:

a.    Modal dari nol

Adalah modal yang tidak punya apa-apa alias nol, tapi punya kemauan untuk berbisnis. Orang yang termasuk golongan ini biasanya berhati baja untuk sukses karena ia tak akan bisa berjalan jika tidak ada kemauan dan belajar dengan sungguh-sungguh

b.    Modal setengah-setengah

Adalah orang yang memulai bisnis dengan memiliki sedikit modal seperti menguasai software desain grafis, punya alat pendukung sederhana seperti printer dan komputer.

c.    Modal full

Adalah orang yang memulai bisnis dengan dukungan penuh seperti modal yang kuat dan keterampilan di bidang desain grafis

Sobat termasuk dari golongan mana? Apakah bisa jika saya golongan pertama? Jawabanya bisa sekali. Ingat Tuhan akan memberi rezeki kepada orang yang mau berusaha. Baiklah jika Sobat sudah memposisikan dalam kategori di atas maka hal yang selanjutnya harus Sobat lakukan adalah berikut.


2.    Survei Bahan dan Kualitas Cetakan

Survei sangatlah diperlukan karena dengan melakukan survey maka kita akan mengetahui harga dipasaran yang selanjutnya kita dapat menentukan harga. Jika sobat tinggal di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Solo, maka selamat! Karena Sobat berada di zona yang sangat nyaman. Di kota tersebut banyak berdiri pusat-pusat percetakan. Di Jakarta maka sobat wajib untuk berkunjung ke daerah Kebayoran Lama, Jatinegara, Ciputat, Pondok Labu dan lain-lain. Begitu pun jika sobat berada di daerah Bandung, maka Sobat diharuskan untuk berkunjung ke daerah Pagarsih, Cicaheum, atau pun Cicadas. Tapi yang menjadi pusat percetakannya adalah di daerah Pagarsih.
 
percetakan pagarsih
Percetakan di Kawasan Pagarsih Bandung # sumber:bibisnis.com
Di daerah tersebut Sobat akan mengenal berbagai jenis mesin percetakan dari mulai yang kecil sampai yang besar; memahami berbagai jenis kertas dari ukuran yang kecil sampai ukuran plano; selain itu kuasai juga teknis dalam menentukan banyaknya kertas agar tidak merugi (Baca: Cara Menghitung Kebutuhan Kertas).

Jika Sobat telah menguasai keadaan pasar, maka Sobat cukup tenang, karena setidaknya sobat tidak akan dibohongi orang terutama mengenai bahan cetakan. Jangan lupa pula jika sobat telah menguasai daerah-daerah percetakan maka buatlah link atau daftar orang yang mungkin akan diajak kerjasama jika sobat mendapatkan order cetakan.

3.    Kuasai Desain Grafis

Selajutnya yang peru sobat kuasai jika akan membuka bisnis percetakan adalah menguasai software desain grafis. Beberapa software yang sering digunakan dalam dunia percetakan, sobat bisa cari diinternet atau google. Dengan software tersebut maka kita bisa membuat desain dengan standar percetakan misalnya standar warna (CMYK), kualitas gambar minimal resolusi 300, dan format ukuran cetak sesuai dengan yang kita inginkan.   

a.    Software Berbasis Teks dan Gambar

Sofware ini berbasis teks dan gambar. Sofware ini sangat baik jika Sobat akan membuat cetakan dalam format lembaran yang sedikit. Misalnya brosur, kartu undangan, poster, faktur yang tidak memerlukan link gambar yang sangat sedikit.

b.    Software Berbasis Gambar

Software berbasis pengolahan gambar sangat juara dalam mengolah dan merekayasa gambar. Namun kelemahan dari software ini tidak bisa digunakan dalam format lembaran media yang banyak seperti buku. Tetapi software ini bisa menjadi pendukung yang baik untuk software yang berbasis teks dan gambar.

c.    Software Berbasis Teks dan Gambar (biasanya buku)

Milsanya In*****n. Software ini menurut Bibisnis merupakan software yang sangat cocok untuk membuat desain dengan format lembaran yang sangat banyak, misalnya membuat buku dengan ketebalan di atas 400 lembar. Mengapa? Karena software ini berbasis gambar dan teks yang memiliki link gambar sehingga tidak akan berpengarus pada kecepatan komputer apalagi jika kita akan membuat buku eksiklopedi atau matematika yang memerlukan gambar dan link metype yang berjumlah ratusan dan mungkin bisa sampai ribuan. Apakah ada kelemahan? Tentu saja ada, software ini tidak bisa digunakan jika berbasis gambar. Maka solusinya adalah dengan menggabungkan dengan software adobe photoshop.

Bagaimana jika Sobat benar-benar gaptek tidak mampu untuk menguasai software di atas? Jangan khawatir karena jika Sobat ada orderan misalnya untuk mencetak kartu undangan, maka sobat tinggal kasihkan saja kepada mahasiswa desain yang mungkin bisa dirayu untuk memberikan harga murah, sehingga Sobat masih mempunyai margin. 


4.    Mesin percetakan apa saja yang harus dikuasai?

Ada banyak mesin yang digunakan dalam dunia percetakan dari mulai yang besar sampai yang kecil. Namun jika sobat baru memulai dalam menggeluti bisnis ini, maka cukup menguasai beberapa karakter mesin percetakan di bawah ini.

a.    Mesin Toko

Mesin toko adalah mesin yang berukuran media yang sangat kecil, yakni maksimal ukuran legal atau F4. Media yang biasa menggunakan mesin ini adalah cetak faktur, kartu undangan, kwitansi, buku saku dan lain-lain. Karakter dari mesin toko adalah teks. Jadi jika sobat akan mencetak dengan kualitas gambar dan menggunakan mesin ini dijamin akan kecewa. Tapi kelebihan dari mesin Toko adalah super murah. Mesin ini hanya support untuk satu warna saja.

b.    Mesin Legendaris (Ukuran Standar)

Mesin golongan legendaris misalnya GTO adalah mesin standar yang sering digunakan di dunia percetakan. Mesin golongan ini mempunyai ukuran cetak yang cukup besar, maksimal ukuran A3. Karakter dari mesin ini adalah teks dan gambar dengan kualitas yang sempurna. Karena ukuran yang digunakan adalah ukuran standar, kebanyakan orang menggunakan mesin tersebut. Jika Sobat ingin menggunakan cetakan dengan biaya yang terjangkau dan kualitas yang bagus maka gunakanlah mesin golongan ini. Mesin golongan ini support untuk full colour. Kelemahannya biaya cetak lumayan mahal. 

Saran: Gunakan sesuai kebutuhan untuk mendapatkan margin keuntungan sekaligus tidak merugi. Jika sobat menggunakan media yang kecil dan kualitas teks, maka gunakan mesin toko, sebaliknya jika pemesan ingin cetak berwarna dengan ukuran besar maka gunakan mesin GTO dan golongannya. Bagaimana jika pemesan ingin murah tetapi menginginkan cetakan berwarna? Maka sobat bisa menggunakan mesin cetak alternative dengan mesin gestetner.

5.    Fahami mekanisme Pembuatan Plate Cetakan

Selain memahami mesin cetak, sobat juga harus mengetahui cara membuat plate. Plate adalah lempengan logam seperti seng sebagai cetakan dalam proses pencetakan. Dibutuhkan ketelitian dalam membuat plate atau order plate. Plate cetakan biasanya dibuat setelah sobat yakin bahwa file cetakan sudah tidak memerlukan revisi (file fiks) dibuat. Plate inilah yang nantinya dipasang di mesin cetakan dalam proses cetak offset (cetak masal). Sebenarnya langkah membuat plate pada zaman dahulu lumayan panjang, karena ada proses pembuatan film dll, namun seiring dengan berkembangnya teknologi, kini pembuatan plate pun bisa lebih cepat dengan sistem CTP dimana prosesnya dari file yang langsung dibentuk plate. Dengan begitu, ongkos pembuatan plate pun bisa dipangkas. Pembuatan Plate cetakan harus disesuikan dengan format mesin cetak misalnya apabila akan mencetak di mesin GTO, maka plate yang dibuat pun harus berformat mesin GTO. Bagaimana caranya? Order saja pada percetakan yang menyediakan jasa pembuatan plat dan pesan sesuai dengan yang ingin kita buat.

6.    Pendukung lainnya

Mencetak mungkin memerlukan tambahan sebagai aksesoris tergantung dari pesanan. Ada orang yang menginginkan desain yang lengkap dengan pemanis ada juga yang mencetak dengan gaya biasa saja. Namun sebagai pebisnis diperlukan pengetahuan tambahan agar hasil cetakan sesuai dengan yang diharapkan oleh pemesan. Berikut pendukung dalam percetakan.

a.    Foil dan Emboss

Foil adalah teknik mencetak dengan menambahkan warna emas pada hasil cetakan. Teknik ini untuk memberi pemanis dengan kesan kemewahan. Kita dapat melihatnya misalnya dalam undangan, kartu nama dan lain-lain. Sedangkan embos adalah teknik cetakan dengan memberi kesan timbul sehingga saat diraba akan terasa bagian objek yang diembos menjadi lebih muncul. Bagaimana membuatnya? Cara membuat tambahan foil dan emboss adalah dengan mengambil bagian objek yang akan difoil dan diembos, kemudian dibuat matras (berupa kepingan logam). Nah matras itu yang nantinya diberikan kepada tukang foil dan emboss. Biaya membuat embos memang lebih mahal dari membuat plate, tapi tak masalah sepanjang pemesan dan biaya mencukupi, yang penting kepuasan pemesan diutamakan.

b.    Laminasi

Laminasi adalah teknik memberi lapisan pada permukaan. Sederhananya, sobat mungkin pernah melihat cover dari sebuah buku, bagian paling luarnya seperti dilapisi sehingga nampak mengkilat atau nge doft. Ya itulah laminasi. Laminasi memang terdiri dari dua jenis laminasi glosi (efek mengkilat) dan laminasi doft (tidak mengkilap tapi memberi kesan eksklusif). Biaya pembuatan laminasi doft tentu lebih mahal daripada laminasi glosi. Sobat suka yang mana? Silahkan sesuai kebutuhan. 

c.    Mesin fond

Mesin fond adalah mesin yang bisa memotong sesuai dengan keinginan kita misalnya ingin membuat potongan seperti huruf u, o, s dan lain lain. Mesin fond digunakan dengan terlebih dahulu membuat alur potong sesui dengan desain yang kita inginkan. Selanjutnya file tersebut dibuatkan di tempat pembautan mesin fond  sebelum digunakan.

d.    Mesin potong

Sesuai namanya mesin potong berguna untuk merapikan hasil cetakan dengan memotong bagian cetakan yang kurang rapi. Mesin potong dalam dunia percetakan sangat vital perannya karena berupa finishing yang menentukan. Pergunakan mesin potong yang tajam dengan teknisi yang memadai, karena tukang potong yang kurang berpengalaman sering menghancurkan cetakan yang kita buat dengan susah payah.

Demikian tahapan memulai bisnis dengan benar, intinya semua hal mengenai cetakan jika kita akan memulai bisnis tersebut, pelajarilah dengan saksama. Jangan sobat anggap enteng hal-hal yang terlihat sepele karena itu mungkin akan membuat sobat merugi. Catat dan perhitungkan untung ruginya, karena jika berbisnis tidak menguntungkan tentu membuat kita kerja sia-sia. Mudah-mudah kita menjadi bangsa yang mandiri, berjiwa bisnis dan selalu senang dengan hal-hal yang baru guna menunjang kebutuhan hidup yang terus berkembang. Salam Bibisnis….

Jika ada kekuarangan, ingin menambahkan, atau ingin bertanya silahkan memberi komentar di form yang telah disediakan. Saran, jangan menautkan link aktif!

No comments:

Post a Comment