Inilah 9 Cara Membaca Puisi agar Handal di berbagai Pentas dan Perlombaan

Pembacaan puisi oleh Intan Silva di SMP Karang Arum Bandung
BIbisnis.com... Inilah 9 Cara Membaca Puisi agar Handal di berbagai Pentas dan Perlombaan-- Membaca pusisi merupakan seni pertunjukan sederhana yang bisa dilakukan oleh siapapun. Di dunia pendidikan membaca puisi tentunya sudah tidak asing lagi seperti di ajang-ajang kegiatan pelajar, mahasiswa ataupun seniman.

Seperti namanya, membaca puisi yaitu teknik bagaimana membawakan atau membaca puisi agar terlihat menarik dan mengena pada arti puisi itu sendiri.

Membacakan puisi dikatakan berhasil apabila penonton benar-benar merasakan ruh dari puisi itu sendiri. Maka membacakan puisi tentu memerlukan teknik dan jam terbang. Untuk itu, diperlukan latihan-latihan dan proses yang cukup panjang agar puisi yang kita bacakan benar-benar berhasil.

Saat ini, membaca puisi termasuk ajang yang sangat dinanti-nanti terutama bagi penyuka seni sastra. Misalnya lomba membaca Puisi Piala Rendra. Terbukti, dari setiap ajang lomba baca puisi antusias peserta selalu antusias.

Untuk menjadi pembaca puisi yang handal tentu memerlukan proses, tidak bisa instan. Jadi jika kamu ingin membaca puisi dengan baik (untuk berbagai keperluan seperti membaca di kelas, untuk pentas, ataupun lomba), maka diperlukan sejumlah latihan-latihan yang harus dilakukan. 

Maka silakan baca artikel ini dengan saksama. Mudah-mudahan bisa meningkatkan kemampuan anda dalam membaca puisi.

Berikut admin uraikan langkah-langkah dan persiapan dalam membaca puisi.

Memilih Puisi yang Cocok untuk Dibacakan


Langkah pertama sebelum membacakan puisi adalah memilih puisi yang cocok untuk dibacakan. Perlu kita ketahui bahwa tidaklah semua puisi cocok untuk dibacakan.

Pada dasarnya puisi yang sering dibacakan memiliki karakteristik tersendiri. Ada puisi yang enak untuk diresapi maknanya, tetapi kurang cocok untuk dibacakan. Jenis puisi ini seringkari disebut sebagai puisi kamar. 

Selain itu, ada pula puisi yang selain mudah diresapi maknanya, juga cocok untuk dibacakan, jenis puisi ini seringkali disebut dengan puisi mimbar.

Puisi yang biasanya kurang cocok untuk dibacakan biasanya memiliki karakter: 

  1. Sedikit kata, 
  2. Tidak pas saat dibaca, karena penggalan kata atau suku katanya tidak sesuai dengan pengucapan, 
  3. Sangat sulit untuk direalisasikan dengan gerak,
  4. Dan lain-lain.

Dari uraian di atas, maka apabila kita bisa memilih untuk membacakan puisi, pilihlah puisi yang benar-benar cocok untuk dibacakan. Caranya adalah dengan memahami makna, dan mencoba dengan lisan apakah enak dibacakan atau tidak.

Dalam lomba baca puisi biasanya peserta akan diberikan beberapa puisi untuk dipilih. Nah saat itulah kesempatan kita untuk memilih puisi yang cocok untuk dibacakan.

Beberapa puisi yang biasanya cocok dibacakan misalnya puisi-puisi W.S. Rendra, Sutardji Calzoum Bachri, Afrizal Malna, dll.

Memahami Makna Puisi


Apabila sebuah puisi telah dipilih menurut selera anda. Maka hal yang harus dilakukan adalah memahami makna suatu puisi.

Memahami makna puisi berarti kita harus melakukan analisis makna terhadap puisi itu sendiri. 

Sebagaimana kita ketahui bahwa puisi merupakan teks yang memiliki makna berlapis, dan bersifat subjektif. 

Makna berlapis berarti dalam satu kata kemungkinan memiliki makna yang jauh dari makna aslinya. Untuk itulah beberapa hal seringkali dipertimbangkan dalam menganalisis puisi seperti latar belakang penulis dan masa puisi itu diciptakan.

Memahami makna puisi merupakan kunci utama meraih kesuksesan dalam membacakan sebuah puisi. Sebagus apapun teknik vokal yang kini miliki, namun apabila analisis makna tidak akurat maka akan menjadikan pembawaan puisi menjadi terasa hambar.

Meskipun puisi bersifat subjektif (tergantung penerjemah) tetapi subjektif yang dimaksud diusahakan mendekati makna yang sebenarnya, tentunya dengn bukti-bukti tak hanya di dalam teks itu sendiri.

Temukan Irama Nada


Irama adalah tingi rendahnya nada dalam teks puisi. Di dalam teks puisi apakah terapat irama? Pasti ada. Hanya seberapa besar jarak irama yang satu dengan yang lainnya, itu pasti berbeda-beda. Tergantung dari jenis puisinya. Dalam puisi mimbar pasti iramanya lebih dinamis (naik-turun) sehingga sangat mudah dalam memainkan irama.

Dalam sebuah puisi, irama nada rendah biasnya pada bagian awal, bagian tinggi biasanya pada bagian konflik batin, dan kembali turun lagi pada bagian akhir. 

Tetapi pola tersebut tentu saja berbeda-beda. Tergantung dari puisinya.

Tips untuk memilih puisi jika dalam lomba adalah pilihlah puisi yang memiliki irama yang dinamis, lebih banyak pola iramanya, itu tentunya lebih bagus lagi. Karena akan menjadikan puisi itu kaya akan eksperimen gerak, mimik ataupun vokal yang kita bawakan.

Latihan Teknik Vokal


Teknik vokal dalam membaca puisi yaitu cara agar suara yang dihasilkan saat pembacaan puisi benar-benar menghasilkan vocal yang baik, suaranya terdengar jelas, pesan tersampaikan, dan tentunya pembawaan puisi menjadi lebih menarik.

Teknik vokal yang biasa dilakukan biasanya meliputi 2 hal yaitu artikulasi dan power.

Artikulasi adalah cara bagaimana agar suara yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan pengucapannya. Teknik dasarnya adalah dengan berlatih pengucapan huruf vocal A-I-U-E-O yang disebutkan berulang-ulang hingga bunyi yang dihasilkan benar-benar jernih.

Selain huruf vocal, kita juga harus berlatih mengeluarkan suara konsonan (huruf selain vocal). Caranya sama dengan mengucapkan huruf konsonan dari awal sampai akhir.

Pengucapan huruf vocal dan konsonan harus dimulai dengan ritme yang pelan-pelan tapi jelas, kemudian sedang tapi jelas, dan terakhir pengucapan cepat tetapi jelas.

Selain artikulasi vokal juga harus mempunyai power. Power vokal adalah bagaimana suara yang dihasilkan memiliki kekuatan jarak.

Orang yang menguasai power vokal, saat membacakan puisi meskipun dengan dengan suara yang biasa tetapi suara tersebut dapat terdengar dengan jelas meskipun jaraknya cukup jauh.

Power vokal akan sangat membantu terutama jika kondisi tempat membaca puisi tidak menyediakan pengeras suara. Bahkan untuk saat ini, dalam lomba-lomba puisi biasanya panitia tidak menyediakan pengeras suara.

Bagaimana cara berlatih power vokal? Caranya adalah dengan memperkuat pernapasan dengan cara:
  1. Untuk melakukan teknik vocal, pergunakan pernapasan perut (pernapasan perut contohnya saat tidur). Pernapasan perut adalah pernapasan dengan menyimpan udara yang kita hirup di area perut.
  2. Selanjutlanya lakukan penghirupan udara, misalnya saat menghirup udara lakukan penghitungan sampai 10
  3. Saat udaran berada di perut, kemudian tahan dengan hitungan 10
  4. Begitupun sangat udara dikeluarkan, gunakan perhitungan 10 sampai udara keluar 
  5. Lakukan latihan tersebut setiap pagi, semakin jaun rentang hitungan menunjukkan modal untuk power vocal semakin baik. Biasanya saya di teater minimal rentang hitungnya adalah hitungan 60.

Setelah pernapasan kita kuat, selanjutnya adalah berlatih dengan mengeluarkan huruf vocal. Caranya:
  1. Misalnya, ada dua orang (satu pembaca puisi satu pelatih/pengoreksi)
  2. Mula-mula pembaca puisi mengeluarkan huruf di depan pelatih dengan jarak 5 meter. Bila dirasa pada jarak 5 meter kualitas suara pembaca puisi terdengar oleh pelatih jelas. Maka jarak yang dicoba bisa ditingkatkan. Misalnya menjadi 10 meter, 15 meter, 20 meter dst. Jika pada pada jarak maksimal yang ditentukan oleh pelatih, misalnya pada 20 meter suara pembaca puisi terdengar jelas itu menunjukkan power telah mengalami peningkatan.
  3. Saat pengucapan vokal dan konsonan pada jarak yang sudah ditentukan. Jangan lupa juga untuk menambah kecepatan pengucapan: awalan (pengucapan lambat), ditingkatkan (pengucapan dengan kecepatan sedang, Terakhir (pengucapan pengan kecepatan cepat).

Tuangkan dalam mimik


Membaca puisi memang tidaklah memerlukan gerakan yang besar (gestur). Tetapi gerakan itu, bisa dicover dengan mimik atau raut muka yang sesuai dengan kondisi teks dalam puisi.

Maka hasil dari analisis terhadap puisi itu harus benar-benar ditungkan, sehingga dengan mimik yang sesuai orang lain (penonton, guru, atau juri) akan terpukau.

Bagaimana cara berlatih mimik. Caranya yang paling gampang adalah dengan melakukan senam muka. Yaitu dengan mengerutkan semua otot-otot wajah, dari mulai bagian mulut, dagu, pipi, kening dan semua bagian muka. Lakukan senam muka setiap kali akan berlatih membaca puisi.

Pertajam Penghayatan


Setelah memaknai puisi, atau mengetahui makna puisi selanjutnya adalah mempertajam penghayatan. Memepertajam penghayatan dapat dilakukan dengan melakukan eksperimen atau penelitian di lapangan.

Contohnya apabila puisi tersebut menggambarkan tentang seorang tua renta yang miskin, dan ia tinggal di kolong jembatan. 

Maka setidaknya kita harus meneliti, ya minimal mengamati tingkah lagu orang tua yang biasa mangkal di kolong jembatan.

Telitilah bagaimana ia berjalan, bagaimana ia makan, bagaimana ia mengais sampah, dan sebagainya. Pokoknya semua yang ia lakukan, jadikanlah sebagai referensi untuk membacakan puisi nanti.

Gestur dan Busines


Jika diperlukan lakukan gerakan gestur ataupun busines. Gertur adalah gerakan diperbesar, sementara busines adalah gerakan kecil.

Penambahan gestur dan busnis hanya sebagai pendukung saja. Artinya kita tidak boleh memaksakan diri sekiranya memang teks puisinya tidak mendukung gerakan gestur dan Busines.

Penambahan gestur dan busines pada pembacaan puisi akan terasa baik jika memang pas, tetapi penambahannya terlalu dibuat-buat, akan menjadikan pembacaan puisi menjadi terasa dipaksakan. Dalam hal ini biasanya apabila dalam lomba puisi, juri apabila melihat over akting akan langsung mencoret peserta tersebut.

Jadi hati-hati dalam menggunaan gestur dan busines.

Kuasai Arena Supaya tidak demam panggung


Pernah melihat seseorang yang mengalami demam panggung? Apa itu demam panggung? Demam panggung adalah saat seorang pembaca puisi tidak dapat menguasai keadaan sehingga ia mengalami loss kontrol.

Pada saat demam panggung, seseorang bahkan ada yang sampai tidak mampu berkata apapun. Ia hanya diam. Ini jelas sangat berbahaya dan memalukan.

Untuk itu diperlukan latihan supaya hal tersebut tidak terjadi. Caranya adalah dengan menguasai arena. Jika arena di kelas, maka biasakan untuk berlatih ditonton oleh temen-teman sekelas. Apabila arenanya adalah tempat umum (area publik) seperti di taman kota, maka latihlah dengan cara sesering mungkin membacakan puisi di arena terbuka.

Selanjutnya fokus pada penghayatan dalam membacakan puisi, sehingga gangguan dari penonton tidak akan mempengaruhi penampilan pembacaan puisi kita.

Selalu hafal lirik puisi


Terakhir adalah selalau hapal akan lirik puisi. Meskipun membacakan puisi, adalah membacakan teks puisi itu sendiri, tetapi tidak apabila kita hafal puisi, maka fokus kita tidak hanya teks tetapi semua hal yang perlu diperhatikan seperti vocal, gerak dan arena panggung.

Jika diperhatikan, saat perlombaan pembacaan puisi, hampir semua peserta selalu menghafalkan puisi yang akan dibawakannya. Menghafal puisi akan membantu kita melakukan deatil-detail penting dari setiap kata, kalimat, maupun semua teks dari sebuah puisi.

Itulah sobat 9 Cara Membaca Puisi agar Handal di berbagai Pentas dan Perlombaan. Semoga bermanfaat dan kita bisa bersama-sama membudayakan puisi dengan selalu mengaktifkan berbagai hal yang berkaitan dengan kesusastraan di negeri kita.


Popular Posts

Langganan Artikel Baru

Masukkan Email Anda untuk Berlangganan Artikel Terbaru Kami, Gratis dan no spam:

Delivered by FeedBurner